Ads Top

Humor Babe (Baco & Becce) "Lihatmi Saja Kwitansinya"














Setelah selesai melakukan operasi menghilangkan keriput, mempermungil mulut dan melakukan penyempurnaan bentuk hidung seorang pasien setengah tua bernama Becce, dokter Baco pun menyapa.

Dokter Baco : Bagaimana, bu Becce,  pasti puaski dengan hasil operasi ini to.
Pasien Becce : Ya...ya...ya...tapi dokter, masih ada ini kurasa yang kurang  pas bela. Bentuk mataku masih sipit dan kurang besar. Mauka kurasa kasi bolla-bollaki sedikit, bisakah dioperasi ulang dokter.
Dokter Baco : Ooo begitu mauta, gampangji, dan kalau itu tidak perluji operasi bu Becce.
Pasien Becce : Masa bisa dokter, mataku dikasi bolla-bolla seditkit tanpa operasi.
Dokter Baco : Ya pastimi bisa bu Becce, malah gampang sekaliji.
Pasien Becce : Caranya dokter.
Dokter Baco : Ketemu maki' dulu sama asistenku,  terus lihatmi saja kwitansi-kwitansi biaya operasi yang harus bu Becce bayar, maka mata bu Becce dengan sendirinya pasti akan bolla. Salah sedikit tabbucillaki.


"Sidang Pengadilan"

Di sebuah ruang sidang Pengadilan, terjadi dialog antara Hakim dengan saksi Baco.

Hakim : Baco, apakah nukenalki ini tersangkayya.
Saksi : Tidak pak Hakim.
Hakim (mengulang): Jadi tidak nukenalki orang ini.
Saksi : Ohhh, kalau orang ini kukenalji, namanya Rahing pak Hakim, bukan Tersangka.
Hakim (mulai jengkel): Awwa, ka nukenalji padeng saudara Kadir.
Saksi : iiii... tantumi tidak Pak Hakim.
Hakim (geram): "Ededede..tadi nubilang nukenalji, bagaimana tosseng ini.
Saksi : Coco'mi pak Hakim, kalau Rahing kukenalji, tapi kalau saudaranya tidak ada yang ku kenal pak Hakim.
Hakim : akekekekek....


"Pencuri Mangga"

Seorang anak bernama Baco, sedang memanjat pohon mangga tetangganya untuk mencuri buah mangga, tapi tiba-tiba, kedapatan sama yang punya pohon mangga.

Pemilik : Hei Baco, apa nubikin disitu. Turunko.
Baco : Anu...anu... tata',  sarang burungji ku cari.
Pemilik : Mau nu apakan itu sarang burung.
Anak : Eee..eee....eee... maui kubikin rujak tata'.
Pemilik : ????


"Mau Beli Payung"

Ketika Becce sedang belanja di pasar, tiba-tiba hujan turun keras sekali. Karena itu Becce terpaksa membeli payung bekas di pinggir pasar.
Becce : Daeng, bellika payungta'.
Penjual : Aiii, habismi yang bagus-baguska, yang robek-robek mami ada, bagaimana.
Becce : Tidak apa-apaji, biarmi. Berpakah ?
Penjual : Kalau yang robeknya satu lubangji, harganya 5 ribu, kalau yang robeknya banyak harganya 10 ribu.
Becce : iiiii'... masa tosseng yang satu lubangji  robeknya lebih murah dibanding yang banyak robeknya.
Penjual : Baa coco'mi. satu lubangji memang robeknya, tapi besaaaaar  sekali lubangnya.


"Tidak Ada Sisir"

Di dalam kelas, Bu Guru menegur seorang murid perempuannya bernama Becce.

Guru : Becce, kenapakah tidak nu sisir-sisirki dulu rambutmu baru pergi sekolah.
Becce : Ka tidak sisirku kodong bu.
Guru : Ka bisaji nupinjam sisirnya kakakmu to.
Becce : Tidak ada kakakku bu, ka anak tunggalka.
Guru : Sisirnya sedeng ibu'mu nupinjam.
Becce : Na lamami meninggal ibu'ku bu guru.
Guru : Kalau begitu sisirnya sedeng bapakmu nupinjam.
Becce : Tapi bapakku dari duluji gundul bu guru.
Guru : Edede...Sudahmi, garossang mako saja.
Post a Comment
Powered by Blogger.