Ads Top

Bogem Mentah Buat Sang Kekasih
















      Malang nian nasib perempuan Apriani (29), warga Jl Bulu Dua, Setapak 3, Kelurahan Lariang Bangngi, Kecamatan Makassar. Soalnya, maksud hati agar dia segera dinikahi oleh lelaki Ari (30) kekasihnya, yang didapat malah hadiah bogem mentah, yang membuat wajahnya babak belur dan bengkak-bengkak. Itulah yang kemudian membawa kedua pasangan muda mudi ini, bukannya berurusan dengan Kantor Urusan Agama (KUA), tapi malah berurusan dengan Kantor Polisi.
      Ceritanya begini. Apriani dan Ari adalah sepasang kekasih yang sudah cukup lama menjalin asmara. Ari yang warga Jl.Dg.Ngeppe, Kelurahan Parangtambung itu, malah sudah menebar janji kepada keluarga Apriani, bahwa akan segera menikahi Apriani dalam waktu yang tidak terlalu lama. Atas janji itu, Apriani setiap saat mengingatkan agar Ari kekasihnya itu segera menepati janji, karena orang tua dan keluarga Apriani sudah tahu hal itu.
      Seperti halnya yang terjadi pada Selasa (20/9) lalu, Apriani mendatangi Ari di rumahnya untuk mengingatkan kembali akan janjinya. Tapi seperti biasa, Ari selalu beralasan "uang panainya" belum cukup. Mendengar alasan yang berulang-ulang itu, Apriani terpaksa sedikit mendesak, agar "uang panainya" tidak usah banyak-banyak, tapi cukup Rp.5 juta saja. Yang pokok menikah, begitu tentu pikiran Apriani.
      Yang parah, sebab Ari ternyata masih saja mengelak, sehingga terjadi perdebatan kecil. Buntutnya Ari naik pitam, lantas melayangkan tinjunya secara bertubi-tubi ke wajah Apriani kekasihnya itu. Apriani betul-betul tidak berdaya dibuatnya. Harapan untuk mendapatkan kata pasti untuk dinikahi, malah hadiah bogem mentah yang diperoleh. Atas perlakuan itu, Apriani terpaksa melaporkan Ari kekasihnya itu ke Aparat Polsekta Tamalate.
      “Saya ini hanya datang untuk mengingatkan janjinya untuk melamar saya pak polisi, karena arena sudah lama sekalima pacaran. Tapi setiap kali saya sampaikan, dia selalu bilang uang panainya belum cukup, padahal saya cuma minta cukup Rp 5 jutamo, tapi tetap tonji mengelak pak", jelas Apriani didepan Penyidik Polsekta Tamalate, Selama (20/9) malam. Lantas bagaimana langkah Aparat Penyidik selanjutnya, kita tunggu.(*)
Post a Comment
Powered by Blogger.