Ads Top

"Lebarang Hajjimi Sedeng Orang Tata"

PARONDA (Parodi Obrolan Daerah)
by : yais






















"Hari Raya Idul Adha 1437 H (12 September 2016)  bagi Tata' dan Tetta, kembali menjadi momentum untuk melakukan introspeksi diri"

Tetta : Tata', lebaran hajjimi sedeng orang.
Tata' : Iya Tetta, dan itu artinya bagi-bagi dagingmi sedeng orang.
Tetta : Itumi yang kupikir-pikir ini Tata', ka banyak ini tetangga yang berharap-harap, bisa lagi dapat jatah daging qurban seperti tahun-tahun sebelumnya dari saya Tata'.
Tata' : Terus apa padeng masalahnya Tata'.
Tetta : Masalahnya adalah, ka tahun ini tidak berqurbanka Tata,'
Tata' : iii, barusannya itu Tetta, na perasaanku, tidak pernahki alpa berqurban tiap tahun. Kenapa memangki Tetta, carrukikah orang ini.
Tetta : Tidak tonji ia di carru Tata',  ka adaji ia dana kalau sekedar untuk beli satu ekor  sapi qurban.
Tata' : Terus apa padeng Masalahnya Tetta.
Tetta : Masalahnya, tahun ini, takutka kurasa Tata'.
Tata' : iii, siapa sedeng ditakuti, bisanya itu.
Tetta : Inimi susahnya  Tata', ka bukan orang ini kutakuti.
Tata' : Adede, tambah pusingja ini kurasa dengarki Tetta. Kalau bukan takut sama orang, sama apaji padeng Tetta.
Tetta : Saya ini, takut  sama diriku sendiri Tata'.
Tata' : ii, matemija, barusangku itu dengar, ada orang takut sama dirinya sendiri, kita tompi Tetta. Bagaimana tosseng caranya.
Tetta : Begini, Tata', Berqurban itukan Ibadah. Urusannya hanya dengan Tuhan.
Tata' : Ba, cocoki.
Tetta : Na Itumi yang kutakuti sekarang Tata, jangan-jangan saya berqurban ka mauja  di bilang, wah, bisa sia-sia nilai ibadahnya Tata', Itumi yang kutakuti.
Tata' : Kukira dari dulu-duluji kita berqurban Tetta, kenapa baru sekarang ada perasaan begitu.
Tetta : Sekarang ini, perasaanku tentang makna ibadah Tata' berbedami dengan yang dulu-dulu. Sekarang mauka ikhlas kurasa.
Tata' : Kalau yang dulu-dulu tidak ikhlaski kah berqurban.
Tetta : Tidak tau'mi itu, ikhlas atau  tidak. Tapi yang jelas kurasa, kalau disebutki namaku dicorong masjid, bahwa i Tetta berqurban satu ekor sapi, senangnya kurasa hatiku. Banggakan kurasa. Sekarang, perasaan Itumi yang kutakuti Tata'.
Tata' : Kalau itu, ka utusannya Tuhan Tetta. Biar Tuhan yang menilai.
Tetta : Ba cocoki tonji itu Iya, tapi bagus tong kalau perasaanta bersih.
Tata' : Mustinya memang begitu Iya Tetta. (*)
Post a Comment
Powered by Blogger.