12 January 2017

DANA KIP SISWA TAKALAR SEBESAR 40 M

Tags



        































GAPURA (ragam liputan daerah)

      Sejak tahun 2013, Kabupaten Takalar Provinsi Sulawei Selatan, siswa dan siswi kabupaten Takalar sudah menikmati dana Kartu Indonesia Pintar. Dana Program Indonesia Pintar (PIP) ini dirancang untuk membantu anak- anak usia sekolah dari keluarga miskin atau rentan miskin. Serta setiap anak penerima bantuan PIP hanya berhak mendapatkan 1 KIP.
      Kepala dinas pendidikan kabupaten Takalar, Sariful Alam,S.Sos yang dikonfirmasi mengatakan dana KIP itu merupakan program Indonesia Pintar (PIP) yaitu kerja sama dengan tiga Kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian sosial (Kemensos) dan Kementerian Agama (Kemenag).
      "Untuk Kabupaten Takalar dari tahun 2013, tercatat sudah 30 ribu anak yang menerima dana Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan nilai dananya sekitar Rp.40 Milyar," ujarnya. (12/1)
       Data anak tersebut yang berkategori tidak mampu, diperoleh dari data statistik jadi bukan kami yang tentukan anak tersebut mendapatkan dana KIP, dan salah satu persyaratannya harus ada surat keterangan tidak mampu dari RT/RW agar mendapat kelengkapan surat pendaftaran.
       Sariful Alam juga menerangkan besaran dana PIP yang diterima oleh siswa SD/paket A mendapatkan Rp.450 ribu/tahun, peserta didik SMP/MTS paket B mendapatkan Rp.750 ribu/tahun, dan peserta didik SMA/SMK/MA paket C siswa mendapatkan Rp.1 juta/tahun, ucapnya sambil menyampaikan, itu bagi yang lengkap administrasinya.
       Dia juga menyebutkan dana KIP yang diterima itu gunanya untuk membantu biaya pribadi peserta didik seperti membeli perlengkapan sekolah, baju seragam, sepatu, tas, "yang jelasnya untuk keperluan sekolah," terangnya.
       Apabila siswa sudah mendapatkan KIP, mereka mencairkan dananya di bank, sesuai ketentuan dari pusat, jadi bukan dari pihak dinas pendidikan yang bagikan."Program PIP ini sangat membantu anak-anak didik terutama bisa membeli perlengkapan sekolahnya, harapan ke depannya supaya program PIP bisa berlanjut karena sangat dibutuhkan bagi orang yang tidak mampu,"tukasnya. (pkm/shanty)