Ads Top

BUAYA KANAL BATUA ITUPUN TAKLUK DI TANGAN TENTARA

LIPSTIK (liputan peristiwa kota)

     Teka-teki tentang seekor buaya yang sudah tiga bulan nongol di kanal Batua samping Kantor Camat Panakkukang, Makassar, akhirnya terjawab sudah.
     Sebagian warga yang semula meyakini bahwa buaya tersebut adalah buaya mistrius sehingga tak ada yang berani mengusik, akhirnya dibuktikan oleh Sultan (41) warga Jl.Inspeksi Kanal Batua, bahwa buaya tersebut tidak lebih dari seekor buaya biasa, yang kesasar nongol di kawasan tersebut.
    Sultan yang sehari-hari bertugas sebagai anggota TNI dari Kodam XIV Hasanuddin, semula tidak ambil pusing dengan kemunculan buaya tersebut. Cuma saja, dari hari ke hari situasi di kawasan tersebut semakin kacau balau. Kendaraan dan warga hampir setiap hari dan tidak mengenal waktu, terus berdatangan, numpuk menunggu sang buaya nongol, dan itu sudah berlangsung sekitar tiba bulan.
    Karena itu, Sultan dan beberapa warga yang tinggal di areal Jl.Inspeksi Kanal tersebut pun menjadi resah. Sayangnya, hampir tidak ada yang berani bertindak secara langsung.
Itu sebabnya, naluri Sultan sebagai seoarang tentara pun menggeliat, lantas mengambil inisiatif sendiri untuk mengakhiri kesemrawutan tersebut. Targetnya jelas adalah sang buaya.
    Kalau mau praktis sebenarnya gampang, Sultan cukup mengambil pistol, arahkan ke kepala si buaya lalu door, selesai. Tapi cara itu jelas adalah pelanggaran tentang lingkungan hidup, maka sang buaya harus ditangkap hidup-hidup, lalu dikembalikan kehabitatnya.
    Sultanpun mempersiapkan cara klasik, yakni memancing menggunakan umpan hidup.Jelas itu adalah cara yang aman. Semula, Sultan menggunakan itik sebagai umpan, tapi rupanya si buaya tidak doyan itik.
    Umpan kemudian diganti menggunakan seekor ayam broiler hidup. Pada ayam tersebut, diselipkan sebuah jangkar kecil dan bukan kail tajam, agar tidak melukai mulut sang buaya.

   Dan benar juga, tidak lama setelah umpan ayam tersebut di lepas ke tengah kanal, sang buaya muncul dan mendekati mangsanya. Setelah berputar-putar sejenak, sang buaya langsung melahap umpan ayam tersebut, dan ketika itu juga,jangkar kecil yang diselipkan,langsung nyangkut di selah-selah gigi buaya.
   Tarik menarikpun terjadi,tapi itu tidak berlangsung lama sebab tali ikatan jangkar itu sendiri yang kemudian melilit mulut dan badan sang buaya, sehingga memudahkan Sultan untuk menaklukkan sang aligator. Cuma memang untuk mengangkat sang buaya naik ke daratan, Sultan harus dibantu oleh 7 orang lainnya, yang semula menonton prosesi pemancingan, dan urusan buaya itupun selesai.(pkm/yais)

Powered by Blogger.