01 April 2017

"Calon RT Saja Na Gagal Tata"

Tags

PARONDA (parodi obrolan daerah)




















(Pilketewe alias pemilihan ketua RT/RW, istilah postkotamakassar, sudah berlalu. Ada pejabat "oppo", ada baru terpilih, tapi tidak sedikit yang rontok alias gagal, seperti dialami oleh i Tetta, yang maju menjadi calon ketua RT di Kampungnya, tapi perolehan suaranya hanya dapat dihitung jari. Pacceko Tetta)

Tata' : Jadi gagalki ini jadi ketua RT tetta.
Tetta : Kammami, mau diapakan lagi, ka begitu tosseng maunya wargayya.
Tata' : Ba, tidak salahmi itu iyya tetta. Ka biar lagi benjol-benjol kepalayya dipantuntung di temboka bilang pilihka kodong, tapi kalau wargayya berkata tidak, maaf saja.
Tetta : Begitumi iyya tata', jadi sudahlah.
Tata' : Tapi, pertanyaannya tetta, kenapa memangki mau jadi calon kalau tidak yakin bisa terpilih.
Tetta : ii, ka tidak ada itu calon tata' yang tidak yakin. Cobami tanya semua calonga, calon apa saja, pasti nabilang, Insya Allah saya yakin.
Tata' : Ba, coco'ki tawwa, sebab kalau ada calon bilang, tidak yakinka ini kurasa, berarti itu calon a'lingu-lingu alias syaraf-syaraf. Apa padeng.
Tetta : Jadi itumi sebabnya tata', setiap kegiatan pemilihan calon, mulai calon rt/rw, calon walikota, gubernur, legislatif dan sebagainya, selalu ramai, karena kebanyakan orang hanya berpegang pada keyakinan di bibirji.
Tata' : Tapi nabilang ustazka, ucapan dibibir itu adalah doa tetta.
Tetta : Baa coco'mi tata'. Itu sebabnya semua ucapan di bibir para calon-calon itu sebenarnya dikabulkan Tuhan tanpa disadari.
Tata' : Bagaimana tosseng caranya dikabulkan semua tetta, na lebih banyak yang tidak terpilih dari pada yang terpilia.
Tetta : Ka resapi dulu baik-baik tata' ucapan-ucapannya para calonga. Kan hampir semua calon cuma bilang, Insya Allah saya yakin. Sampai disituji. Jadi yang terpilih, maka itumi sambungan doanya tadi bilang Insya Allah saya yakin terpilih. Sedangkan yang tidak terpilih, itutong sambungan doanya tadi bilang Insya Allah saya yakin tidak terpilih. Jadi semua doa di kabulkan.
Tata' : Acece, ka bahasa hati kalau begini ceritanya tetta, susai.
Tetta : Ba susai memang tata', tapi lebih susah lagi bagi yang terpilih, sebab itu sama artinya menerima amanah yang tanggungjawabnya dunia akhirat.
Tata' : Astaga, jadi untungji itu padeng tidak tepilihki tetta.
Tetta : Awwa, tidak begitu tosseng bahasanya tata', ka pecundangji itu begitua. Ka siapkuji menerima amanah tata',na kumau jadi calon, tapi karena warga tidak memberi amanah, yah sudahlah, mungkin dilain waktu dan di ruang yang berbeda.
Tata' : Ya setuju tetta, jadi lupakanmi yang sudah lalu dan sambut yang akan datang.
Tetta : Cocoki tata'.
Tata' : Ba, siapa tau gagal di calon RT tapi berhasil di calon yang lebih tinggi kedudukannya tetta.
Tetta : Calon RT saja na gagal tata', tapi itumo. Stopmi.
                                                                                                                           @yusuf adam ismail