30 April 2017

GENETIKA PRIHATIN PENYALAGUNAAN NARKOBA DIDOMINASI DI BAWAH UMUR.

Tags

LIPTIK (liputan peristiwa kota)

     Juru Bicara Pengurus Pusat Generasi Muda Nusantara Anti Narkotika (GENETIKA), Asri Syamsuddin prihatin dengan jumlah kasus yang di rilis oleh Polrestabes Makassar dimana jumlah kasus penyalagunaan narkotika yang di tangani Polrestabes di dominasi anak di bawah umur.
     "Dengan banyaknya jumlah pelaku baik itu penguna dan pengedar narkoba anak di bawah umur adalah bukti kurangnya perhatian orang tua terhadap pergaulan anaknya di luar", jelas Asri Syamsuddin, Jumat (27/4).
     Karena itu, Asri Syamsuddin berharap adanya  perhatian khusus dari orang tua dan Pemerintah kota makassar untuk melakukan pemetaan daerah mana rawan narkoba sesuai database anak dibawah umur yang diamankan oleh polrestabes makassar, agar dapat menjadi program khusus di daerah tersebut.
    Asri Syamsuddin mengapresiasi langkah yang dilakukan pihak Polrestabes Makassar yang telah berhasil mengamankan pelaku penyalahgunaan narkotika jenis Sabu di Wilayah hukumnya mulai dari Januari hingga Februari 2017, polisi berhasil mengamankan sebanyak 375 jenis sabu.
    Adapun data rekapitulasi yang dihimpun Polrestabes Makassar berdasarkan kategori, seperti bandar, pengedar dan pemakai pada Januari sebanyak 56 tersangka dan di bulan Februari sebanyak 61 tersangka.
    Ironisnya, tersangka penyalahgunaan barang haram tersebut didominasi anak di bawah umur. Guna memberantas peredaran narkoba, Pengurus Pusat GENETIKA akan menjalin kerja sama dengan Lembaga Anti Narkotika lainnya dan mengusulkan program yang dapat memutuskan mata rantai transaksi narkoba di Makassar.

Target Bentuk 100 Relawan Anti Narkoba Setiap Kecamatan

    Pengurus Pusat Generasi Muda Nusantara Anti Narkotika (GENETIKA) akan memprogramkan pembentukan relawan anti narkoba di sulawesi selatan dengan 100 relawan perkecamatan.
   Ketua Badan Keanggotaan dan Kaderisasi GENETIKA,Yogis Benny mengatakan pembentukan relawan perkecamatan di sulawesi selatan  sebagai program prioritas dalam melakukan pencegahan terhadap peredaran narkoba yang selama ini telah merajalela dan sebagai langkah awal akan di maksimalkan di kabupaten kota di sulawesi selatan.
   Relawan yang telah di bentuk setelah mengikuti berbagai persyaratan dari internal GENETIKA akan menjalankan sosialisasi terhadap bahaya narkoba sampai masuk ke rumah tangga secara door to door dan sekolah-sekolah, ujar Yogis Benny.
   Yogis benny berharap apa yang di programkan GENETIKA mendapat dukungan pemerintah provinsi dan kabupaten kota, kepolisian dan badan narkotika nasional provinsi sulawesi selatan sehingga apa yang di harapkan sulsel lepas dari darurat narkoba dapat terwujud.
   Sementara juru bicara GENETIKA, Asri Syamsuddin mengatakan setelah sulsel akan di bentuk juga di provinsi lain di indonesia sebagai bentuk dukungan dari program pemerintah pusat.(pkm/anjas)