Ads Top

JARINGAN LISTRIK KEMBALI RENGGUT JIWA DI ANTANG

LIPSTIK  (liputan peristiwa kota)

    Jaringan Tegangan Menengah (JTM) milik PT.PLN (Persero) di Makassar, kembali merenggut jiwa di sudut  jalan Raya Perumnas Antang dan Jl.Lasuloro, Senin (26/6) sore. Tiga orang lelaki warga perumnas Antang menjadi korban, yakni Udin, Adi dan Andra.
     Udin dan Adi dalam keadaan kritis dilarikan oleh warga ke rumah sakit Ibnu Sinah, sedangkan Andra tidak tertolong dan tewas di tempat kejadian.
     Menurut sejumlah keterangan yang berhasil dihimpun, Adi yang baru seminggu membeli ruko  tempat kejadian, bermaksud memperbaiki pipa bak penampungan air yang berada di bagian atap ruko tersebut. Adi kemudian memanggil Udin untuk membantu. Keduanya kemudian naik ke bagian atap ruko tersebut.
     Sayangnya, kedua lelaki naas tersebut tidak memperhatikan, bahwa di atas atap, melintang Jariangan Tegangan Menengah (JTM) bertegangan sekitar 20 KV milik PT.PLN, yang  hanya berjarak sekitar 1 meter dari bak penampungan air yang hendak diperbaiki.
    Tidak lama berselang, warga sekitarpun menjadi geger menyaksikan keduanya, Udin dan Adi, merontah-rontah tersengak Jaringan JTM tersebut di atap ruko.
    Sementara pemuda Andra yang tinggal sekitar lima ruko dari ruko tempat kejadian,  langsung berlari masuk ke ruko dan naik ke atap untuk memberi pertolongan. Sayang seribu sayang, Andra memang berhasil menendang Udin dan Adi hingga terjungkal ke bawah dan menghantam atao genteng rumah tetangga, namun justru Andra yang ikut terselip dan tersengat diantara dua kabel telanjang JTM tersebut. Warga sekitarpun tidak dapat berbuat apa-apa.
    Dua korban Adi dan Udin yang terjunggal ke bawah dengan kondisi kritis, langsung dilarikan ke rumah sakit, sedang Andra yang di efakuasi oleh beberapa warga yang naik ke atap ruko,  setelah listrik padam, langsung ke bawah ke rumahnya, sekitar lima ruko dari tempat kejadian, dalam keadaan tidak bernyawa lagi.
    Menurut sejumlah warga setempat, peristiwa  ini adalah kejadian yang diketiga kalinya, orang tersengak listrik di tempat yang sama.
    Yang pertama beberapa waktu lalu, dua pekerja bangunan yang sedang memplaster dinding ruko tersebut dalam keadaan hujan-hujan, tersengak dan terpental ke tanah. Untung keduanya tidak tewas. Yang kedua seorang pekerja yang memegang bambu basah, tidak sengaja bambu yang dipegangnya menyentuh jaringan tersebut, membuatnya tersengat dan tewas. 
    Hingga berita ini diposting, Senin (26/6) sore, kondisi Adi dan Udin masih kritis di rumah sakit. Sejumlah warga sempat berharap, agar peristiwa ketiga ini, bisa menjadi yang terakhir kalinya. Karena itu, warga berharap agar pihak PLN segera membenahi jaringa  tersebut, sebelum kejadian serupa terulang lagi. (pkm/yais)


Powered by Blogger.