25 April 2018

Mempertanyakan Proyek Bantuan Sapi Di Jeneponto

GAPURA (postkota makassar)



Dinas Peternakan Provinsi Sulsel pada tahun 2011 lalu, diketahui telah menyerahkan bantuan ternak sapi sebanyak 60 ekor kepada masyarakat  kelompok ternak di Lingkungan Se'rukan, Kelurahan Tonro Kassi, Kec.Tamalatea, Jeneponto.

Melalui koordinasi dengan  Dinas Pertanian Kab.Jeneponto, bantuan tersebut kemudian diserahkan ke Kelompok Ternak Mattiro Baji, dengan Ketua Kelompok H.S.Dg.Gassing.

Bantuan 60 ekor sapi tersebut diperuntukkan untuk 20 orang anggota kelompok, sebagaimana diusulkan oleh HS. Dg.Gassing sebagai Ketua Kelompok. Artinya, setiap 1 orang anggota akan memperoleh 3 ekor sapi.

Pada perjalanannya kemudian ditemukan kejanggalan, sebab diperoleh informasi bahwa ternyata H.S.Dg.Gassing sebagai Ketua Kelompok, hanya menyalurkan 1 ekor sapi kepada masing-masing anggota kelompok. Artinya hanya 20 ekor sapi yang disalurkan, sedangkan 40 ekor sisanya, ditengarai dikuasai secara pribadi oleh sang Ketua Kelompok.

Kejanggalan inilah yang kemudian ditemukan oleh Badan Advokasi Investigasi Hak Asazi Manusia Republik Imdonesia (BAIN-HAM-RI), kemudian melaporkannya ke Dirkrimsus Polda Sulsel pada 18 April 2018 dengan Noreg P/168/IV/2018.

Menurut Ketua DPD BAIN-HAM-RI Kab.Jeneponto Sahabuddin Rauf,SH, pihaknya sudah melakukan investigasi atas temuan tersebut, dan fakta-fakta yang ditemukan menunjukkan bahwa proyek bantuan tersebut kuat dugaan telah dimanipulasi.

Menurut Sahabuddin, Ketua Kelompok H.S.Dg.Gassing yang ditemui dikedimannya pada 2  April 2018 sekitar pkl 18.00. mengakui telah menerima dan menyalurkan bantuan tersebut kepada anggota kelompoknya. Cuma saja, H.S.Dg.Gassing tidak dapat menunjukkan bukti-bukti administrasi tentang bantuan tersebut.

Untuk memperkuat data investagasi, Sahabuddin Rauf bersama tim kemudian turun ke lapangan menemui anggota kelompok ternak yang disebut menerima bantuan tersebut.

Dari hasil pertemuan dengan beberapa anggota kelompok ternak, mereka mengaku telah menerima bantuan sapi tersebut yang disalurkan melalui H.S.Dg.Gassing, cuma saja hanya 1 ekor per orang.

Bahkan menurut mereka, sebelum pembagian batuan tersebut, H.S.Dg.Gassing sempat mengumpulkan para anggotanya untuk membuat kesepakatan, bahwa anak pertama dari sapi-sapi bantuan tersebut, harus diserahkan ke H.S.Dg.Gassing sebagai ketua kelompok dengan alasan sebagai pengganti penyediaan lahan pakan yang disiapkan oleh Dg.Gassing.

"Keterangan-keterangan yang diberikan dan disampaikan oleh Dg.Gassing, semuanya hanya lisan dan tidak dapat menunjukkan data tertulis, termasuk nama-nama anggota yang menerima bantuan", jelas Sahabauddin Rauf kepada postkotamakassar

Atas kejanggalan-kejanggalan itulah, pihak BAIN-HAM-RI kemudian memutuskan untuk melaporkan temuannya ini ke Aparat Penyidik Polda Sulsel untuk ditindak lanjuti. Kita Tunggu hasilnya.(pkn/sr/yais)