20 May 2018

Kades Kebal Hukum Itupun Segera Jadi Pesakitan





LABRAK (postkota makassar)

Setelah melalui proses penyidikan panjang oleh aparat Polres Wajo, H.Sy alias H.Cd, oknum Kepala Desa Abbanderang Kec.Pitumpanua, Wajo, tersangka dugaan kasus penganiaan itupun, akhirnya segera menjadi seorang pesakitan.

Menurut informasi yang diperoleh postkotamakassar.com, proses penyidikan perkara dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Kades yang konon "kebal hukum" itu, dalam satu atau dua hari ke depan, berkasnya akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Wajo.

Suhubungan dengan hal tersebut, sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Wajo pun mewanti-wanti kemungkinan adanya upaya-upaya dari pihak tertentu, untuk "meng cut" perkara ini di Kejaksaan Negeri Wajo, dengan berbagai cara.

Terkait kekhawatiran tersebut, salah satu warga atas nama Jaya pun mengirim surat terbuka kepada sejumlah petinggi penegak hukum di negeri ini, untuk membantu memberi respon dan mengawasi perjalanan perkara tersebut.

Seperti diberitakan media ini pada 21 April 2018 lalu, bahwa pada Jum'at (19/4) malam, H.Sy alias H.Cd, oknum Kepala Desa Abbanderang Kec.Pitumpanua, Wajo, tanpa ba..bi..bu.., langsung main tempeleng dan main cekik. Korbannya adalah H.ALimuddin warga Bolabakka, Kel.Siwa, Kec.Pitumpanua.

Atas kejadian tersebut, H.Alimuddin langsung melaporkan tindakan penganiayaan tersebut ke Polsek Pitumpanua, yang kemudian pengembangan penyidikannya diambil alih oleh Aparat Penyidik Polres Wajo.

Kepada Penyidik, H.Alimuddin ketika itu menjelaskan bahwa malam itu, ia bermaksud pulang ke rumahnya dan kebetulan lewat di depan pos ronda dimana oknum Kades H.Sy tampak duduk bercengkramah dengan beberapa Kades lainnya. Tanpa diduga, oknum Kades H.Sy tersebut memanggil korban untuk singgah. 

Karena merasa dipanggil oleh pak Kades, korbanpun singgah saja, tapi naas, begitu sampai di pos ronda tersebut, korban langsung ditempeleng dan dicekik.

H.Alimuddin sendiri sebagai korban merasa tidak punya masalah apapun dengan sang Kades tersebut. OLeh sebab itu, korban sempat kebingungan ketika dia tiba-tiba dipanggil singgah dan langsung ditempeleng dan dicekik hingga babak belur.

Terkait aksi penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Kades tersebut, diperoleh informasi bahwa antara korban dan pelaku memang tidak ada masalah apa-apa. Aksi yang dilakukan oleh sang Kades tersebut, konon dilakukan untuk "pamer pamor" sebagai orang yang kebal hukum di Kab.Wajo.

Tapi benarkah oknum Kades tersebut kebal hukum ???,  ternyata tidak juga, sebab sebentar lagi dia akan duduk di kursi pesakitan sebagai tersangka di Pengadilan Negeri Wajo. Olala. (pkm/isis/yais)