02 June 2018

Kepergok Angkut BBM Ilegal, Pelaku Main Tebas Pake Samurai























Labrak (postkota makassar)

Ketua DPC LBH Pilar Keadilan Bangsa (LBH-PKB) Jeneponto, Sahabuddin Rauf, SH, menderita luka yang cukup serius di bagian kepala dan telapak tangan, setelah disabet pakai pedang samurai di Bulukumba pada Ahad (27/5) lalu.

Adalah lelaki Adli, warga Jl.Garuda Kec.Caile, Bulukumba, yang telah menyerangnya. Untung saja, sabetan pedang "ninja" itu, tidak sampai mengenai titik mematikan, sehingga Sahabuddin Rauf masih bisa selamat.

Sahabuddin Rauf yang juga Ketua Lembaga BAIN-HAM RI Jeneponto itu tidak menyangka jika akan mengalami nasib naas hari itu, soalnya, perjalanan Sahabuddin Rauf bersama tiga orang anggota Tim BAIN-HAM RI dari Jeneponto menuju Bulukumba sebenarnya dengan tujuan lain.

Cuma saja, ditengah perjalanan,  Sahabuddin Rauf dan  kawan-kawan tiba-tiba melihat sebuah mobil pick up tengah melaju dan mengangkut puluhan jerigen 20 liter yang biasa dipakai untuk mengisi dan mengangkut BBM jenis premiun ataupun solar.

Sahabuddin Rauf dan kawan-kawan yang menggunakan kendaraan pribadi itupun kemudian memutuskan untuk membuntuti mobil pick up tersebut. Tidak lama berselang, mobil pich up itupun berhenti di sebuah rumah di kawasan Jl.Garuda Kec. Caile Kab.Bulukumba.

Sahabuddin Rauf kemudian mendekati tiga orang yang   keluar dari mobil pick up tersebut, untuk menanyakan isi jerigen yang dimuat. Cuma saja ketiganya hanya diam dan tidak ada yang menjawab.  Namun salah Satu diantaranya tiba-tiba berteriak memanggil bosnya yang berada di dalam rumah.

Saat itulah muncul seorang lelaki dari dalam rumah yang tidak lain adalah lelaki Adli. Dengan wajah yang tidak bersahabat, Adli pun mendatangi dan memanggil  Sahabuddin Rauf Bersama Daniel rekannya, untuk masuk kedalan rumahnya.

Di dalam rumah, Sahabuddin Rauf bersama Daniel, kemudian mempertanyakan isi muatan jerigen di mobil pick up tersebut. Adli kemudian langsung menjawab kalau isinya adalah premium.

Sababuddin Rauf kemudian mempertanyakan surat-surat izin yang berkaitan pengangkutan dan mengedaran BBM. Adli pun dengan lugas mengakui tidak punya surat izin apa-apa.

Adli kemudian mengatakan kalau premiun yang diangkutnya itu adalah bisnis premium eceran yang dikelola bersama kakaknya yang seorang  anggota Polisi.

Sahabuddin Rauf kemudian berusaha untuk memberi pemahaman kepada Adli tentang ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan  peredaran BBM bersubsidi khususnya jenis premium.

Cuma saja, Adli tampaknya tidak mau mengerti dan bahkan berusaha menghubungi kakaknya yang anggota Polisi melalui hp, meski kemudian Panggilan telefonnya tidak tembus-tembus.

Berhubung situasi semakin tegang dimana Adli tampaknya sudah mulai naik pitam, maka Sahabuddin Rauf bersama Daniel, kemudian bergegas keluar rumah dan hendak pergi.

Persoalannya kemudian, ketika keluar dari rumah Adli, Daniel langsung memotret mobil pick up yang memuat jerigen tersebut, dan inilah yang memicu amarah Adli, lantas berteriak meminta kepada anggotanya untuk mengambil Parang.

Cuma saja tak ada anggotanya yang mendengar, maka Adli sendiri langsung masuk ke rumahnya dan sebentar saja, dia pun muncul membawa sebuah pedang samurai terhunus dan langsung hendak menyerang Daniel yang telah memotret mobil pick up tersebut.

Melihat situasi berbahaya tersebut, Sahabuddin Rauf langsung menyuruh Daniel untuk kabur dan berusaha menenangkan Adli. Cuma naas, Adli yang mulai kalap,  tiba-tiba berbalik arah menyerang Sahabuddin Rauf dan sabetan pedang "ninja" di tangan Adli pun menyambar kepala dan tangan Sahabuddin Rauf.

Setelah mendapat serangan, Sahabaddin Rauf dalam keadaan terluka langsung meninggalkan tempat bersama Daniel, lalu meminta tolong pengendara motor yang ditemui di jalan untuk membawanya Ke Polres Bulukumba untuk melapor.

Sementara mobil yang dikendarainya, bersama dua orang rekan lain yang ada di dalam mobil, ia tinggalkan. Untung saja keduanya tidak sampai dijadikan pelampiasan amarah oleh Adli, tetapi hanya diancam.

Sahabuddin Rauf sendiri dengan kepala dan tangan yang bersimbah darah, ditemani Daniel, pun melaporkan kejadian yang telah menimpahnya. Atas laporan tersebut, aparat Polres Bulukumba pun langsung berkelebat ke TKP untuk menciduk lelaki Adli.

Adli yang saat ini tengah meringkut di sel Polres Bulukumba pun di ancam dengan pasal 351 KUHPidana. Sementara kakak Adli yang anggota Polisi itu pada Selasa (29/5) mendatangi Sahabuddin Rauf di kediamannya di Jeneponto untuk meminta perdamaian.

Sayangnya, Sahabuddin Rauf kepada postkota makassar menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berdamai dan akan menyerahkan penyelesaian secara hukum. (Pkm/yais-sr)