08 August 2018

Lomba Sekolah Sehat Nasional, Sulsel Di Wakili SD 200 Tempe Wajo



GAPURA (postkota makassar)

Lomba Sekolah Sehat tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, saat ini telah memasuki tahap seleksi dan penilaian yang dilakukan langsung oleh Tim Penilai dari Kementerian.

Drs.Muh.Asri

Lomba ini diikuti oleh semua tingkatan sekolah, mulai TK, SD, SMP sampai SMA. Setiap Provinsi hanya di wakili 1 sekolah untuk masing-masing tingkatan.

Untuk tingkat SD, Sulsel diwakili oleh SD 200 Kec.Tempe Kab. Wajo. Hal ini berdasarkan penilaian awal yang dilakukan oleh tim seleksi dari Pemerintah Provinsi Sulsel.

Kepala Sekolah SD 200 Tempe Hj Andi Tenri, Spd

Terkait hal tersebut, Tim Penilai dari Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengunjungi SD 200 Tempe Wajo pada Selasa (7/8), untuk melakukan investigasi dan penilaian langsung.



Dalam kunjungan tersebut, Tim dari Kementerian di dampingi Bupati Wajo Drs.H.A.Burhanuddin Unru, Kadis Pendidikan Wajo Jasman Juanda dan pihak terkait lainnya, melakukan pemantauan dan pengamatan langsung terhadap semua pasilitas yang menjadi syarat lomba Sekolah Sehat.

Menurut Ketua Komite SD 200 Tempe, Drs.Muh.Asri, lomba sekolah sehat ini sebenarnya sudah menjadi target SD 200 Tempe sejak dua tahun lalu.


"Segala persyaratan dan ketentuan lomba sebenarnya sudah kita persiapkan secara berkala sehak dua tahun lalu", jelasnya.

Dijelaskan, terpilihnya SD 200 Tempe ini untuk mewakili Sulsel di tingkat nasional, tidak lepas dari kerja keras dan  kerja sama yang apik, antara pihak Sekolah, Komite Sekolah, orang tua siswa dan dukungan Pemerintah Kab.Wajo.

Andi Rosmeliya.S.Pd,  guru Pembina Dokter Kecil
dilokasi Hidroponik bersama ketua komite
SD 200  Drs. H.Muh Asri

Tahun 2017 lalu, SD 200 Tempe ini juga berhasil meraih Juara I Lomba Sekolah Model tingkat Provinsi Sulsel. Cuma sampai disitu saja. Sedangkan lomba yang diikuti di tingkat nasional saat ini adalah lomba sekolah sehat, tidak ada kaitannya dengan sekolah model.

Dengan selesainya Kunjungan Tim dari Kantor Kementerian Pendidikan untuk melakukan penilaian, maka sekarang sisa menunggu hasil. Tapi apapun hasilnya nanti, menurut Drs.Muh.Asri, pihak tetap akan menerima dengan ikhlas, apalagi kalau bisa juara I. (pkm/ishak)