20 May 2018

Kades Kebal Hukum Itupun Segera Jadi Pesakitan





LABRAK (postkota makassar)

Setelah melalui proses penyidikan panjang oleh aparat Polres Wajo, H.Sy alias H.Cd, oknum Kepala Desa Abbanderang Kec.Pitumpanua, Wajo, tersangka dugaan kasus penganiaan itupun, akhirnya segera menjadi seorang pesakitan.

Menurut informasi yang diperoleh postkotamakassar.com, proses penyidikan perkara dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Kades yang konon "kebal hukum" itu, dalam satu atau dua hari ke depan, berkasnya akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Wajo.

Suhubungan dengan hal tersebut, sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Wajo pun mewanti-wanti kemungkinan adanya upaya-upaya dari pihak tertentu, untuk "meng cut" perkara ini di Kejaksaan Negeri Wajo, dengan berbagai cara.

Terkait kekhawatiran tersebut, salah satu warga atas nama Jaya pun mengirim surat terbuka kepada sejumlah petinggi penegak hukum di negeri ini, untuk membantu memberi respon dan mengawasi perjalanan perkara tersebut.

Seperti diberitakan media ini pada 21 April 2018 lalu, bahwa pada Jum'at (19/4) malam, H.Sy alias H.Cd, oknum Kepala Desa Abbanderang Kec.Pitumpanua, Wajo, tanpa ba..bi..bu.., langsung main tempeleng dan main cekik. Korbannya adalah H.ALimuddin warga Bolabakka, Kel.Siwa, Kec.Pitumpanua.

Atas kejadian tersebut, H.Alimuddin langsung melaporkan tindakan penganiayaan tersebut ke Polsek Pitumpanua, yang kemudian pengembangan penyidikannya diambil alih oleh Aparat Penyidik Polres Wajo.

Kepada Penyidik, H.Alimuddin ketika itu menjelaskan bahwa malam itu, ia bermaksud pulang ke rumahnya dan kebetulan lewat di depan pos ronda dimana oknum Kades H.Sy tampak duduk bercengkramah dengan beberapa Kades lainnya. Tanpa diduga, oknum Kades H.Sy tersebut memanggil korban untuk singgah. 

Karena merasa dipanggil oleh pak Kades, korbanpun singgah saja, tapi naas, begitu sampai di pos ronda tersebut, korban langsung ditempeleng dan dicekik.

H.Alimuddin sendiri sebagai korban merasa tidak punya masalah apapun dengan sang Kades tersebut. OLeh sebab itu, korban sempat kebingungan ketika dia tiba-tiba dipanggil singgah dan langsung ditempeleng dan dicekik hingga babak belur.

Terkait aksi penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Kades tersebut, diperoleh informasi bahwa antara korban dan pelaku memang tidak ada masalah apa-apa. Aksi yang dilakukan oleh sang Kades tersebut, konon dilakukan untuk "pamer pamor" sebagai orang yang kebal hukum di Kab.Wajo.

Tapi benarkah oknum Kades tersebut kebal hukum ???,  ternyata tidak juga, sebab sebentar lagi dia akan duduk di kursi pesakitan sebagai tersangka di Pengadilan Negeri Wajo. Olala. (pkm/isis/yais)


Sungai Belawa Meluap Rendam Lima Kawasan Di Wajo




GAPURA (postkota makassar)

Akibat curah hujan yang cukup deras pada Sabtu (19/5), membuat ribuan warga Kec.Pitumpanua, Wajo, diterjang air  Sungai Belawa yang meluap Sabtu dinihari.

Setidaknya warga di Dua Desa yakni Desa Lompo Loang, Desa Tanrongi dan Dua Kelurahan yakni Kel. Benteng dan Bola Bakka Kel.Bulete dan sebagian di Mattugengkeng Kel.Siwa,  di Wilayah tersebut, hingga Ahad Sore (20/5) masih terisolasi oleh luapan air sungai yang terus mengalir, menyapu kawasan pemukiman warga yang memang berada di sekitar bantaran Sungai tersebut.

Sejauh ini, belum diperoleh informasi adanya korban jiwa. Namun kerugian materi di pastikan bisa mencapai ratusan juta rupiah, mengingat lahan-lahan pertanian, perkebunan dan peternakan warga, semua amblas di terjang dan di sapu luapan air sungai.

Hingga Ahad Sore, hampir seluruh warga masih memilih bertahan di rumahnya masing-masing yang mayoritas adalah rumah panggung. Ketinggian aliran air sendiri  hanya berkisar satu meter sehingga warga-warga masih merasa aman bertahan di rumahnya masing-masing.

Sejauh ini pihak Pemerintah Kabupaten Wajo belum memberi respon sedikitpun atas musibah tersebut. (pkm/ishak-yais)







12 May 2018

Yayasan Pendidikan Bajiminasa Makassar Silaturrahmi Jelang Ramadhan



SERASI (postkota makassar)

Menyambut bulan Suci Ramadhan 1439 H yang jatuh pada 17 Mei 2018 mendatang, Yayasan Pendidikan Bajiminasa Makassar, melaksanakan kegiatan Silaturrahim di RM Ratu Gurih.jln Boulevard Panakukkang Makassar, Jum,at (11/5), yang dihadiri Ketua Yayasan pendidikan Bajiminasa Makassar Drs.H.Jamaluddin B.Ilyas Msi, serta pengurus yayasan dan para Pengelola Unit usaha Pendidikan.

Kegiatan Silaturrahim tersebut, selain sebagai bentuk upaya untuk terus merekatkan ikatan persaudaraan, sekaligus membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan kinerja Yayasan yang saat ini mengelola 8 Unit usaha pendidikan, mulai dari tingkar SMP, SMA/SMK sampai Perguruan Tinggi, termasuk persiapan-persiapan operasional penerimaan siswa baru tingkat SMP,SMA/SMK serta penerimaan Mahasiswa baru di lingkup Perguruan Tinggi STIE AMKOP Makassar.

Yayasan Pendidikan Bajiminasa yang merupakan salah satu Yayasan Pendidikan tertua di Makassar dengan status Terakreditasi B ini, terus berupaya melakukan pembenahan-pembenahan dan inovasi-inovas dalam rangka menjaga dan meningkatkan kwalitas pendidikan yang dikelola mulai dari tingkat SMP, SMA/SMK sampai Perguruan Tinggi.

Kepala SMA Bajiminasa Johan Bata Ilyas,SE,MM kepada postkotamakassar.com menjelaskan bahwa kegiatan Silaturrahim ini adalah hal yang rutin dilaksanakan oleh Yayasan Bajiminasa Makassar, sebagai upaya untuk terus mencari yang terbaik untuk kepentingan pengembangan pembinaan peserta didik di bawah naungan Yayasan Pendidikan Bajiminasa.(pkm/yais)

11 May 2018

Pemkab Wajo Diminta Netral Pada Kegiatan Safari Ramadhan



GAPURA (postkota Makassar)

Sepekan menuju Bulan Suci Ramadhan 1439 H, sejumlah pihak di Kabupaten Wajo mewanti-wanti dan mengingatkan kepada semua pihak, agar kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan Bulan Suci Ramadhan, tidak dicampur adukkan dengan  kegiatan-kegiatan yang berbau kepentingan politik.

Hal ini penting untuk disampaikan dan disebar luaskan, mengingat Bulan Ramadhan Tahun 2018 ini, merupakan "bulan panas" menuju penghelatan politik Pilkada Serentak, termasuk Pilkada Wajo, yang akan digelar hanya sepekan setelah Perayaan Idul Fitrih.

Situasi inilah yang membuat banyak pihak mengingatkan agar kegiatan Safari Ramadhan yang rutin dilaksanakan setiap Bulan Ramadhan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota, termasuk Pemerintah Kabupaten Wajo, agar tidak memanfaatkan moment tersebut untuk menyelipkan kepentingan-kepentingan politik.

"Kampanye terselubung di balik kegiatan Safari Ramadhan tentu saja merupakan pelanggaran dan penistaan terhadap Kesucian Bulan Ramdahan, karena itu wajib hukumnya untuk dihindari" ujar sejumlah pihak di Kabupaten Wajo.

Pemerintah Kabupaten Wajo sendiri pada kegiatan Safari Ramadhan mendatang, tentu saja diminta untuk dapat berlaku netral dan tidak menunjukkan keberpihakan kepada salah satu pasangan calon Peserta Pilkada Wajo.

Penegasan ini disampaikan sejumlah tokoh masyarakat di Kabupaten Wajo, mengingat salah satu Pasangan Calon yang akan bertarung di Pilkada Wajo nanti adalah keluarga dekat Bupati Wajo saat ini, sehingga dikhawatirkan kegiatan Safari Ramadhan Pemkab Wajo nantinya akan sarat dengan kegiatan kampanye terselubung.

Oleh karena itu, kepada seluruh masyarakat pendukung pasangan PAMMASE, agar lebih aktif melakukan koordinasi untuk secara bersama-sama mengawasi seluruh kegiatan Safari Ramadhan, baik yang dilakukan oleh Jajaran Pemkab Wajo ataupun instansi lainnya. (pkm/ishak-yais)

08 May 2018

Waspadai Kampanye Terselubung Pilkada Wajo Di Safari Ramadhan



GAPURA (postkota makassar)

Terkait penyelenggaran Pilkada serentak 2018 yang akan dilaksanakan sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri 1439 H, sejumlah pihak mewanti-wanti kemungkinan adanya pasangan calon yang akan memanfaatkan Bulan Ramadhan untuk melakukan kampanye-kampanye terselubung, khususnya dalam ceramah-ceramah tarwih dari Masjid ke Masjid.

Kampanye terselubung yang terselip dalam ceramah-ceramah Tarwih di Bulan Ramadhan, meski hal tersebut jelas dilarang, tetapi sangat mungkin dilakukan, utamanya di Masjid kampung-kampung terpencil. Metode yang diterapkan pun berpariasi, bisa saja dilakukan oleh pertokol dalam kata pengantarnya atau melalui sang mubaliq dengan menggunakan kalimat-kalimat simbolik untuk menghindari sorotan publik.

Kabupaten Wajo, salah satu Kabupaten yang juga akan menyelenggarakan Pilkada seusai lebaran dengan dua Pasangan Calon, tentu tak luput dari perhatian publik, tentang kemungkinan-kemungkinan adanya kampanye terselebung pada kegiatan Safari Ramadhan. Kekhawatiran ini beralasan, sebab salah satu Pasangan Calon untuk Pilkada Wajo, diketahui oleh publik mendapat dukungan penuh dari Pejabat Bupati saat ini.

Kondisi ini tentu saja sangat mengkhawatirkan dan perlu di kawal secara seksama, mengingat Pejabat Bupati dengan jabatannya akan sangat memungkinkan untuk mengeluarkan "perintah khusus" kepada seluruh jajarannya sampai ke tingkat Desa, untuk menyabarkan pesan-pesan berantai di Bulan Ramadhan, jelas sejumlah pihak yang dimintai keterangan di Sengkang.

Kampanye di tempat ibadah itu jelas adalah pelanggaran serius dalam proses penyelenggaraan Pemilu/Pemilukada, baik terselubung apalagi terang-terangan. Oleh sebab itu, seluruh anggota Tim Sukses Pasangan PAMMASE untuk Pilkada Wajo, bersepakat untuk aktif mengawal dan mengawasi seluruh aktifitas yang berbau politik di sepajang bulan Ramadhan.

"Kita memang menghendaki kemenangan dan itu adalah target dan tujuan kita, tetapi janganlah kita menodai Kesucian Bulan Ramadhan dengan menyelipkan kampanye terselubung dibalik aktifitas Ibadah masyarakat", jelas H.Dedy Ketua Koordinator Kecamatan Tim Sukses PAMMASE.(pkm/Ishak-Yais)

06 May 2018

Sanggar Senam LS One Tour Malino




SERASI (postkota makassar)

Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 2018, Sanggar Senam Life Sport (LS) One melaksanakan kegiatan pekan ceria di areal Taman Wisata Kebun Pinus Malino, Ahad (6/5).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 orang anggota sanggar dari LS One yang terhimpun dalam wadah komunikasi yang mereka namakan komunitas "macan" ini, dibawah komando langsung pemilik sanggar Ny.Urhy Tadjuddin.

Di bawah hamparan pohon pinus, segenap anggota sanggar menikmati hiburan dan liburan dengan seragam kerudung macan,  sebelum memasuki Bulan Ramadhan.

Sanggar senam LS yang beroperasi di Kawasan Antang Raya ini, selain melaksanakan kegiatan rutin senam empat kali se pekan, juga cukup aktif melaksanakan kegiatan-kegiatan lapangan untuk lebih mempererat tali Silaturrahim di antara anggota sanggar.(pkm/yais)

04 May 2018

Empat Personil LBH PKB Resmi Disumpah Menjadi Advokat



SERASI (postkota makassar)

Empat orang personil Lembaga Bantuan Hukum Pilar Keadilan Bangsa (LBH-PKB), resmi menjadi Pengacara Praktek, setelah melalui proses Pelantikan dan Penyumpahan yang dilakukan di Kantor Pengadilan Tinggi Sulsel. Rabu (2//5).

Bersama 120 orang Advokat lainnya, ke empatnya melalui proses Pelantikan sebagai Advokat anggota Peradi oleh Dewab Pengurus Nasional (DPN) Peradi, dan Pengambilan Sumpah Advokat oleh Ketua Pengadilan Tinggi Sulsel.

Ke empat personil LBH-PKB yang di lantik dan disumpah tersebut adalah Yusuf Adam Ismail,SH (Ketua DPC Makassar), Arief Ashari Amir,SH. (Wakil Direktur Pusat),  Ainun Fitriani Ihsan, SH (Anggota) dan Trisna Mayasari,SH (Anggota).

Dengan resminya ke empat personil LBH-PKB tersebut menjadi Advokat,  maka "amunisi" Lembaga inipun bertambah guna menopang kekuatan untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat.(pkm/yais)

03 May 2018

Warga Tumpuk Sampah Di Depan Kantor Lurah



LIPSTIK (postkota makassar)

Warga Kelurahan Kaluku Bodoa Kec.Tallo, Makassar betul-betul habis kesabaran, melihat ulah dan tingkah petugas pengangkut sampah yang telah ditunjuk oleh Lurah setempat.

Bagaimana tidak, warga setiap bulan membayar retribusi sampah, sementara petugas sampah yang telah ditunjuk,  acuh tak acuh dalam mengangkut sampah para warga.

Buntutnya, pada Kamis (3/5), wargapun muak, lantas berbondong-bondong mendatangi Kantor Lurah, lalu menumpuk sampah-sampah mereka pas di depan Kantor Lurah tersebut.

"Ini merupakan aksi protes dari warga, yang terasa rutin membayar retribusi, tapi sampah-sampah mereka kadang-kadang sampai tumpuk tidak diangkut-angkut oleh petugas sampah Kelurahan", ujar warga setempat.(pkm/wrg/yais)

Bupati Wajo Serahkan Penghargaan Prestasi Pendidikan




GAPURA (postkota makassar)

Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2018, Bupati Wajo Drs. H.Burhanuddin Unru, MM, menyerahkan penghargaan kepada beberapa pihak yang telah meraih prestasi di bidang pendidikan di Kabupaten Wajo, Rabu (2/5).

Didampingi Ketua Penggerak PKK Kab.Wajo Hj.A.Faika Burhanuddin Unru, Bupati menyerahkan penghargaan kepada sejumlah sekolah, guru-guru hingga siswa-siswi berprestasi.

Salah satu sekolah yang meraih penghargaan prestasi adalah SMP Nurmilad Boarding School yang berhasil menjadi  juara 3 Tingkat Nasinal,  lomba Penilitian, dengab tema,  Ragam Cara Mappacci Masyarakat Desa Lempong, Kec Bola Kab Wajo, dengan tim Peniliti Antara lain Dewi Nirwana, Fitri, Andi Bau Ria Anugrah, masing-masing daro kelas  8.

Sementara Penghargaan tingkat Kabupaten Wajo  untuk Kepala Sekolah SD berprestasi, diberikan kepada Panguriseng, SP.d.,M M. Kepala Sekolag SD 12 Atakkae Kec.Tempe. (pkm/ishak)

29 April 2018

DIAmi Boleh Dicungkil Tapi Para Loyalis Tetap Real


LIPSTIK (postkota makassar)

Meski KPU Makassar telah resmi 'mencungkil' pasangan DIAmi dari penghelatan Pilkada Makassar sejak Jum'at  lalu, namum para loyalis relawan, simpatisan dan pendukung Danny & Indira, tampaknya tidak akan tinggal diam begitu saja.

Sebagai bukti bahwa para pendukung DIAmi real dan akan tetap setia, maka melalui sebuah undangan terbuka di group-group media sosial, para relawan dan pendukung setia tersebut rencananya akan melakukan aksi damai pada Senin (30/4) besok di Makassar.

Sesuai isi undangan yang beredar, sebelum melakukan konvoi aksi damai dengan mengambil star di Jl. Amirullah Makassar, kegiatan akan diawali dengan orasi politik Danny Pamanto.

Diuraikan dalam undangan tersebut, bahwa gelaran aksi damai ini merupakan lanjutan dan upaya dari para relawan dalam melakukan perjuangan dan perlawanan atas ketidak adilan yang terjadi.

Rencananya, aksi damai dan konvoi massa, akan mengambil rute Jl.Amirullah, Jl. Haji Bau, Penghibur, Jl. Balaikota, Taman Macan, Ratulangi, dan kembali ke Amirullah.

Sayangnya, ketika berita ini hendak diposting diperoleh informasi bahwa Surat undangan aksi unjuk rasa tersebut yang sebelumnya di posting oleh pemilik akun Facebook bernama Chia,  tersebut adalah kabar bohong alias hoax.

Undangan itu dibuat seolah-olah dari tim DIAmi kemudian diupload di sosmed melalui salah satu akun FB bernama Chia.  " Itu hoax dan tidak benar", jelas, Zulkifli Thahir, Sekretaris TIM DIAmi, Minggu (29/4/2018).

Menurut Zulkifli Tahir, jika betul ada aksi seperti yang beredar dalam surat undangan, maka itu bukan dari tim DIAmi, dan pihaknya tidak bertanggung jawab sama sekali.

Jadi sudahlah, liat saja senin besok. (pkm/yais)

Sanggar Senam Life Sport Gelar Lomba Masak



SERASI (postkota makassar)

Komunitas sanggar senam Life Sport (LS) bekerjasama dengan Minimarket Alfa Midi Hertasning 4 Makassar, menggelar lomba masak yang diikut oleh seluruh anggotanya, Ahad (29/4), yang dihadiri chef Yudha dari Jakarta yang sekaligus bertindak sebagai dewan juri.

Komunitas sanggar senam Life Sport (LS) yang beroperasi di kawasan Antang Raya Makassar itu, memboyong sekitar 30 orang anggotanya yang jago goyang dan jago masak untuk berlomba yang kemudian dibagi dalam dua tim yakni tim LS One dan tim LS Two.

Menurut Urhy Tajuddin sang pemilik sanggar LS,  event ini adalah salah satu program Sanggar LS untuk menambah erat hubungan keakraban seluruh anggota sanggar.

Selain itu jelas mba Urhy, sapaan akrabnya, lomba ini juga merupakan persiapan awal untuk membuka Sanggar baru LS Trie di Kawasan Hertasning dalam waktu dekat ini. (pkm/yais)

PERADI Akan Sumpah 117 Advokat Baru Di Makassar

SERASI (postkota makassar)


Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Makassar, akan melantik dan mengambil sumpah 117 orang Advokat baru, Rabu (2/5) pekan depan, di Ruang Sidang Utama Pengadilan Tinggi Sulsel.

Prosesi Penyumpahan yang akan dihadiri Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Peradi Dr.H.Fauzy Yusuf Hasibuan,SH.MH itu akan dilakukan di hadapan Ketua Pengadilan Tinggi Sulsel.

Penyumpahan ini merupakan rangkaian terakhir dari seluruh proses yang wajib dilalui oleh seorang advokat,   sebelum melakukan praktek, sebagaimana di atur dalam Undang-Undang No.18 Tahun 2003 Tentang Advokat.

Salah satu pengacara dari 117 orang yang akan diambil sumpahnya adalah Muhammad Yusuf Ismail, SH, yang juga adalah Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi media online postkota makassar.com. (pkm/yais)

Lomba Masak Komunitas Sanggar Senam Life Sport Makassar

SERASI (postkota makassar)








Minimarket Alfa Midi Hertasning 4 Makassar, menggelar lomba masak yang diikuti komunitas sanggar senam Life Sport (LS) Makassar, Ahad (29/4), yang dihadiri chef Yudha dari Jakarta yang sekaligus bertindak sebagai dewan juri.

Komunitas sanggar senam Life Sport (LS) yang beroperasi di kawasan Antang Raya Makassar itu, memboyong sekitar 20 orang anggotanya yang jago goyang dan jago masak yang kemudian dibagi dalam dua tim yakni tim LS One dan tim LS Tho.

Menurut Urhy Tajuddin sang pemilik sanggar LS,  event ini adalah salah satu program Sanggar LS untuk menambah erat hubungan keakraban seluruh anggota sanggar.

Selain itu jelas mba Urhy, sapaan akrabnya, lomba ini juga merupakan persiapan awal untuk membuka Sanggar baru LS Trie di Kawasan Hertasning dalam waktu dekat ini. (pkm/yais)


Inilah para peserta dari tim Sanggar Senam Life Sport (LS) Antang Raya Makassar.





























28 April 2018

Kemelut Pilkada Makassar

Oleh: Syamsuddin Radjab
(Dosen Hukum Tata Negara UIN Alauddin Makassar dan Direktur Eksekutif Jenggala Center)










Beberapa minggu terahkir, saya memantau media terkait perkembangan pilkada di Makassar. Dua kutub peserta pemilihan kepala daerah (Pilkada) antara kubu Appi-Ciccu dan DIAmi rupanya sedang menggelar unjuk aksi masing-masing secara bergantian menanti putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT.TUN) terkait sengketa antara kubu Appi-Ciccu selaku pemohon dengan KPU Makassar sebagai termohon.

Berdasarkan putusan PT.TUN No. 6/G/Pilkada/-2018/PT.TUN.Mks tanggal 21 Maret 2018 pada pokoknya menerima gugatan pemohon atas objek gugatan SK KPU Makasar No. 35/P.KWK/HK.03.1-Kpt/7373/KPU-Kot/II/2018 tanggal 12 Februari 2018 dan dinyatakan batal, diperintahkan tergugat agar mencabut SK tersebut dan menetapkan pasangan calon pemohon sebagai peserta pilkada.

Itu berarti pasangan calon DIAmi dinilai oleh hakim tidak memenuhi syarat pencalonan sebagai peserta pilkada yang akan dihelat pemungutan suara pada akhir Juni nanti.

Sebelumnya, sengketa antara Appi-Ciccu dengan KPU atas SK KPU terkait penetapan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar dan Berita Acara Penetapan No. 167/P./KWK/PI.03-3-BA/737/KPU-Kot/II/2018 dinyatakan sah dan mengikat oleh Panwas.

Panwaslu berpandangan bahwa laporan pemohon terkait petahana (Dani Pomato) telah melakukan penyalagunaan wewenang berupa; pengangkatan tenaga honorer, pembagian smartphone ke RT/RW dan Tagline dua kali tambah baik tidak memenuhi syarat untuk dikabulkan.

Pasca putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) No. 250 K/TUN/PILKADA/2018 pada 23 April 2018 yang diajukan oleh KPU Makassar sebagai pemohon (dulu termohon) atas putusan PT.TUN No. 6/G/Pilkada/-2018/PT.TUN.Mks telah dinyatakan ditolak dan menguatkan putusan PT. TUN Makassar.

Putusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht serta tidak dapat dilakukan upaya hukum peninjauan kembali sesuai ketentuan Pasal 154 ayat (10) UU Pilkada. KPU Kota Makassar memiliki waktu 7 hari untuk menindaklanjuti putusan kasasi MA untuk membatalkan, mencabut, dan menetapkan kembali pasangan calon Appi-Ciccu.

Jika dihitung sejak putusan kasasi MA pada 23 April 2018, maka batas waktu KPU Makassar hanya sampai pada 30 April bulan ini. Sayangnya, berdasarkan Pasal 154 ayat (12), penetapan kembali pasangan calon Appi-Ciccu tidak serta merta dapat dilakukan karena ketentuan mengatakan bahwa penetapan pasangan calon (setelah menang kasasi) boleh sampai sebelum 30 hari pelaksanaan pemungutan suara pada 27 Juni 2018.

Pertarungan Panjang

Dalam sebulan ini, pasangan DIAmi dapat melakukan tindakan hukum lainnya yang tersedia walaupun putusan kasasi pada akhirnya akan dilaksanakan oleh KPU Makassar yakni pembatalan yang bersangkutan sebagai pasangan calon peserta pilkada atau didiskualifikasi dalam bentuk keputusan baru KPU.

Berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No. 11 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penyelesaian Sengketa TUN Pemilihan dan Sengketa pelanggaran Administrasi Pemilihan pada Pasal 15 dan Pasal 16 pasangan yang dibatalkan oleh KPU dapat mengajukan permohonan ke MA karena alasan-alasan hukum seperti pelanggaran hukum administrasi oleh KPU, tidak sesuai dengan fakta-fakta atau melanggar asas-asas umum pemerintahan yang baik.

Permohonan DIAmi ke MA merupakan kasus baru untuk memfasilitasi hak-hak hukum pasangan calon atas sanksi pembatalannya sebagai peserta pilkada sebagaimana diatur dalam Pasal 135A UU Pilkada dan diajukan paling lambat 3 hari sejak ditetapkannya keputusan KPU Makassar.

Objek sengketa yang dimohonkan akan disidangkan oleh Majelis Hakim selama 14 hari sejak permohonan diterima. Apabila permohonan diterima maka pasangan calon DIAmi tetap dapat mengikuti pilkada, atau sebaliknya ditolak, maka Pilkada akan berlangsung dengan pasangan calon tunggal melawan kolom kosong.

Hal lainnya, Dalam Pasal 107 ayat (3) UU Pilkada, pasangan calon DIAmi dapat berjuang bersungguh-sungguh memenangkan kolom kosong sehingga mencapai perolehan suara sebanyak 50 persen lebih dari suara sah dalam pemungutan suara. Jika suara sah dalam pemungutan suara di Makassar, katakanlah 800.000 pemilih, maka apabila kolom kosong mencapai perolehan suara 400.001 maka menurut ketentuan UU Pilkada, pasangan calon yang dibatalkan KPU dapat ikut kembali sebagai kontestan dalam pilkada putaran kedua.

Peluang ini tentu saja terbuka lebar, tapi dalam praktiknya, tantangannya juga besar karena pemilih lebih cenderung secara psikologis memosisikan diri agar situasi kembali tenang dan normal tanpa riak-riak dengan memilih pasangan calon yang ada. Sejauh ini belum ada kolom kosong yang menang dalam kontestasi pilkada.

Kesemrautan Hukum

Dalam UU Pilkada, sengketa pilkada terjadi pada antarpeserta pasangan calon dan pasangan calon dengan penyelenggara pilkada. Dalam kasus pilkada Makassar, beberapa pandangan mengatakan bahwa sengketa pilkada yang bersifat administratif tidak dapat di adili di PTUN dan hanya dapat ditangani Panwas.

Pendapat ini tidak salah tetapi tidak lengkap dalam membangun konstruksi hukum sebagaimana diatur dalam UU Pilkada. Sesuai ketentuan Pasal 30, Pasal 32, Pasal 153 ayat (1) Jo. Pasal 154 ayat (2) telah memberikan alur penyelesaian sengketa administratif dalam dua tahap yakni:

Pertama, penyelesaian melalui Panwas yang dapat diajukan oleh peserta pilkada atas dugaan pelanggaran yang dilakukan pasangan calon lain yang dinilai merugikan pasangan calon dengan cara melaporkan ke Panwas. Panwas lalu menerima dan mengkaji laporan atau temuan serta mempertemukan para pihak untuk mencapai kesepakatan melalui musyawarah dan mufakat.

Kedua, Apabila hasil musyawarah yang dituangkan dalam putusan Panwas tidak diterima salah satu pihak, maka sesuai ketentuan Pasal 154 ayat (2) dapat diajukan gugatan sebagai sengketa tata usaha negara ke PT. TUN setelah segala upaya administratif di Panwas telah dilakukan. Pasal 153 ayat (1) memberi penegasan bahwa sengketa tata usaha negara diakibatkan karena keputusan KPU sementara sengketa di Panwas karena pelanggaran administratif pilkada, walaupun keputusan KPU didasarkan pada syarat-syarat administratif yang ditetapkan oleh UU Pilkada.

Dalam pengamatan saya, proses penyelesaian sengketa pilkada terlalu berbelit-belit, lama dan dapat merugikan pasangan calon baik secara politis maupun ekonomis. Secara politis karena pasangan calon kehilangan kesempatan berkampanye dan kegiatan politik lainnya yang dapat mengurangi perolehan dukungan suara dan secara ekonomis karena menambah beban biaya operasional, biaya berperkara dan biaya lainnya.

Yang paling aneh adalah sengketa tata usaha negara menggunakan hukum acara TUN tetapi pihak yang berkepentingan langsung seperti kubu DIAmi tidak dapat melakukan gugatan intervensi pada sidang antara Appi-Ciccu dengan KPU Makassar. Akibatnya, argumen hukum pihak DIAmi dirugikan karena tereduksi oleh KPU Makassar. Hal ini perlu dibenahi untuk memenuhi asas keadilan dan persamaan kedudukan didepan hukum.

Pertimbangan hakim baik pada sidang judex facti dan judex juris sudah tepat dengan mendalilkan bahwa petahana telah menggunakan kewenangan, program dan kegiatan yang patut dinyatakan menguntungkan pasangan calon dirinya dan merugikan kepentingan calon lain dalam waktu 6 bulan sebelum penetapan pasangan calon karena kurang menerapkan prinsip kehati-hatian dan kecermatan dalam penerapan pelaksanaan RPJMD.

Pemberian smartphoene untuk RT/RW dalam rangka kemudahan komunikasi, koordinasi dan konsolidasi seharusnya dilakukan pada awal masa jabatan agar lebih bermanfaat dan bukan akhir masa tugas sehingga patut diduga ada maksud dan kepentingan politik dibalik pemberian itu termasuk dalam pengangkatan pegawai kontrak.

Posisi Ketua RT/RW sebagai tokoh dilingkungannya akan menjadi tempat pemungutan suara dalam pilkada rentan diintervensi dan dipengaruhi oleh petahana sehingga logis secara yuridis adanya upaya penyalagunaan wewenang yang melanggar Pasal 71 ayat (3) UU Pilkada Jo. Pasal 89 ayat (2) PKPU No. 15 Tahun 2017 hingga akhirnya dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai pasangan calon dalam Pilkada kota Makassar.

Jakarta, 27 April 2018

Tulisan ini saya dedikasikan kepada warga Makassar sambil dengar lagu Anci Laricci "Kualleanna Tallanga Natoalia"...huhuiiii.

Gara-Gara Pilihan Berbeda Rumahpun Terpaksa Digotong Rame-Rame

GAPURA (postkota makassar)




Kejadian unik terkait penyelenggaraan Pilkada, pun mewarnai  proses perjalanan Pilkada Kab.Wajo. Dan agaknya kejadian ini dapat dipastikan tiada duanya di seluruh Indonesia.

Adalah keluarga Salimung, warga Desa Tosewo, Dusun Botto, Kec.Takkalala, Wajo, pada 8 April 2018 lalu, terpaksa harus menerima kenyataan pahit, hanya gara-gara dukung mendukung dalam proses Pilkada Kab.Wajo.

Ceritanya, Salimung adalah salah satu warga di desanya yang secara terang-terangan menyatakan diri sebagai pendukung setia Pasangan PAMMASE. Itu sudah mutlak, katanya.

Yang menjadi soal kemudian adalah, rumah panggung miliknya yang ditempati bersama anak-anak dan istrinya, ternyata berdiri diatas tanah milik orang lain, alias hanya numpang mendirikan rumah ceritanya.

Dan inilah yang kemudian menjadi soal,  sebab sang pemilik tanah, ternyata pendukung berat pasangan calon "sebelah". Beda dukunganlah istilahnya.

Awalnya, si pemilik tanah mencoba menggoda agar Salimung mau mengikuti pilihannya untuk mendukung pasangan "sebelah". Sayangnya, pendirian Salimung sudah teguh dan tidak akan bergeser. Katanya, sekali Pammase tetap Pammase.

Atas keteguhanya itulah yang tidak akan bergeming dan tidak akan bergeser dari Pammase, akhirnya si pemilik tanah, memaksa Salimung untuk menggeser rumahnya dari atas tanahnya.

"Sekarang angkai rumahmu, kasi pindai dari atas tanahku, siapa suruko tidak mau ikuti pilihanku", begitu kira-kira ucapan si pemilik tanah kepada Salimung.

Dengan kebesaran hati, Salimung terpaksa mengikuti keinginan si pemilik tanah. Persoalannya lagi adalah, Salimung yang penjual ikan itu tidak punya ongkos untuk memindahkan rumahnya, dan lagi pula mau dipindahkan kemana.

Untung saja, warga setempat yang ceritanya sama-sama pendukung Pammase, sepakat untuk bergotong royong "menyelamatkan" Salimung, dan rumah panggung miliknya pun di gotong ramai-ramai pindah ke lokasi yang baru milik salah satu warga yang juga pendukung Pammase.

Untung ada pammase dari sesama pendukung Pammase. (pkm/ishak-yais)

27 April 2018

KPU Makassar Akhirnya Tetapkan Paslon DIAmi Wassalam

LIPSTIK (postkota makassar)





Setelah melalui serangkaian konsultasi, KPU Makassar akhirnya mengeksekusi Putusan MA terkait Pilkada Makassar, dengan menerbitkan Surat Keputusan baru No.64/P.KWK/HK.03.1.Kpt-7371/KPU-Kot/IV/2018 Tgl 27 April 2018.

Dalam Surat Keputusan tersebut, KPU Makassar hanya menetapkan Pasangan Minafri Arifuddin dan Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu), sebagai calon tunggal Calon Walikota Makassar untuk Pilkada Makassar Juni 2018 mendatang.

Dengan demikian, maka selesai sudah gonjang-ganjing dan perdebatan panjang tentang status pasangan calon untuk Pilwalkot Makassar. Pasangan Appi-Cicu pun melenggang kangkung sebagai calon tunggal, sedangkan pasangan DIAmi dengan sangat terpaksa wassalam. (pkm/yais)

26 April 2018

Dendang Dangdut Para Lagendaris Makassar Di Pesta Pernikahan

SERASI (postkota makassar)



Group Orkes Melayu (OM ) yang berada dibawa naungan Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia Sulawesi Selatan (PAMMI Sulsel) tampil piawai mengiringi sederetan artis rekaman, artis pencarian bakat dan pedangdut era 80-90' an hingga biduan-biduanita "its jaman NOW', dalam acara pesta pernikahan putri pasangan Hasan Kelana Dg Rombo - Jumriani  Dg Bollo, St Habibah Hasan Dg Paneng dengan  Muhammad Ilham Dg Muji dikediamannya Jl Rajawali Lr 10/11A, kel. Lette, kec. Mariso, Makassar, Minggu ( 22/4 ) malam.

Kelompok organ tunggal yang dimotori Yusran Kis kolaborasi drum ( Sirajuddin) , gendang ( Anto ) , suling (Ibrahim N ),  saxafon ( Zainal ) dan tamboring ( Mustari ), dengan didampingi biduan lokal diantaranya Santy Rauf, Arny, Isma Isra, Dewi Zainal dan Ros.

Acara yang menggunakan panggung besar dengan sorotan lighting untuk menghidupkan suasana pesta, dengan dekorasi tenda serta pelaminan yang apik polesan "Decoration Arts" yang ditangani Hj Hasna Hasan dari BTN Je'ne Tallasa, Gowa.

Penampilan artis Pelantun "Nakku'ku" lagu Makassar Udin Liders tampil memukau dihadapan undangan membawakan beberapa nomor lagu di albumnya.

Sementara pasangan duet fenomenal Ustad Arsyad Al Makassari yang dulu akrab disapa Arsyad Kelana bersama pasangan hidupnya Hj Hasna Hasan membawa tembang "Malam Terakhir".

Selain Ustad dan Hajja yang memang profesinya vokalis, tak mau kalah juga H Abd Nasir Dg Erang, S, Sos, menguji vokalnya. Namun sebelum mempersembahkan syair "Tak Dapat Tidur" dari album bang H Oma Irama, ketua PAMMI Sulsel memberikan wejangan tentang wadah seniman musik dangdut yang terus berkembang di Makassar dan sekitarnya.

"Saya bukanlah seorang seniman musik dangdut, tapi saya penikmat, pencinta dan pemerhati lagu dangdut hingga punya hobbi menyanyikan lagu-lagu dangdut versi Rhoma Irama" jelas Nasir Erang yang juga Ketua PAMMI Sulsel dan akrab disapa Pinduka.

Usai membeberkan sepata kata, Pak Ketua pun mengundang Masita Rasyid mantan juara penyanyi daerah di auditorium RRI tahun 87' lalu, untuk menemani berduet  mendendang lirik "Syahdu", seketika itupun penonton memberikan aplaus untuk pasangan "Dasyat" ini.

Sementara penyanyi daerah lagu jenaka Makassar Unjung Lupus tak ingin menyia-nyiakan  kesempatan mengajak pasangan duetnya yang baru Hj Darma.

Mantan vokalis Sas Nada yang rencananya berdua akan merilis album tahun depan dan digelar sebagai pasangan duet "Bombastis",  itu, kembali tampil dengan gaya kocak dan banyolan,  menyajikan lagu jenaka daerah Makassar berudul "Ero'ma Bunting".

penonton dibuat kagum dan betah menyaksikan tingkah laku pelawak yang sudah banyak menelurkan album Makassar bersama Chia Gali dan Uya Kuya, di Libel Record.

Malam itu meski waktu dangat sempit, namun para pekerja seni dibidang olah vokal yang hadir tetap saja berpartisipasi  menyumbangkan suaranya, walaupun terpaksa harus tampil barengan.

Sejumlah pedangdut senior orkes jaman reformasi turut ambil bagian secara borongan membawakan lagu andalannya, kendati malam itu nyaris menimbulkan korban karena panggung terlalu penuh sesak, tapi beruntung tidak rubuh.

Adapun para Legend dangdut senior yang hadir diantaranya Dewi Srikanty, Syamsiah Rannu, Rara Sandra, Lala Nur, Waty Kis, Army, Tia Sira, Nurbaya, Endang Kadir, Sari, Ani Dedet, Rosa, Vika, Nursanty, Herawaty dan Subaedah.

Sementara Icksan Beta pedangdut yang pernah juara dalam festival lagu dangdut yang diadakan GOMAS 88' mirip Hamdan ATT, juga membawakan tembang andalannya.

Tamu lain yang juga hadir dalam pesta itu terlihat pimpinan OM Family, Abdullah Gassing didampingi Lily bersama Farida Puji, Makkaraus, Backtiar, Dg Rani, Bakri, Udin Mandor, Dedet dan trio basis Abd Rasyid, Oddang serta Darwis.

"Alhamdulillah, acara berjalan sukses tanpa ada hambatan. Dan saya sangat bersyukur karena kehadiran para seniman dan anggota PAMMI hadir membagi kebahagian keluarga kami. Saya beserta istri mengucapkan banyak terima kasih atas kehadirannya untuk mendoakan kedua mempelai, "ujar Dg Rombo disela-sela kesibukannya melayani tamunya. (pkm/yais/H.Mus).

25 April 2018

SMA Bajiminasa Terakreditasi B Menerima Siswa Baru

SERASI (postkota makassar)

Kepala SMA Bajiminasa Johan Bata Ilyas,SE,MM.



Memasuki tahun ajaran baru 2018/19, SMA Bajiminasa yang beroperasi di Jl.Bajiminasa Makassar, siap menerima siswa-siswi baru, untuk di didik menjadi  generasi muda berprestasi.

Menurut Johan Bata Ilyas, SE, MM,  Kepala Sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Bajiminasa Makassar tersebut, untuk tahun ajaran 2018/19 ini, pihaknya menargetkan dapat menerima siswa baru sebanyak 4 kelas atau kurang lebih 120 orang.

Saat ini, Sekolah tersebut tengah mendidik siswa kurang lebih 100 orang untuk kelas 1 Dan 2 masing-masing dua kelas. Sedangkan kelas 3 yang kurang lebih 60 orang, telah menyelesaikan ujian akhir dan segera meninggalkan sekolah.

Dijelaskan, pihak sekolah saat ini tengah fokus pada program  kegiatan penerimaan siswa baru. Alat-alat peraga dan fasilitas pendukung lainnya sudah disiapkan. Sementara untuk siswa kelas 1 dan 2 tetap melanjutkan proses belajar untuk menuju ujian akhir semester.

Johan Bata Ilyas yang biasa disapa Bang Jo itu, optimis target penerimaan siswa baru tahun ini akan memperoleh hasil maksimal. " Delapan puluh persen dari target itu adalah angka yang realistis", tandasnya.

SMA Bajiminasa sendiri merupakan salah satu sekolah swasta terlama  yang beroperasi di Makassar. Saat ini Sekolah tersebut telah mengantongi Sertifikat Akreditasi B, sama seperti yang dikantongi oleh salah satu SMA Negeri yang sama beroperasi di Jl.Bajiminasa Makassar.

Sejauh ini, prestasi para siswa-siswi SMA Bajiminasa Makassar, cukup lumayan dan mampu bersaing dengan prestasi siswa dari SMA lainnya. Hal itu setidaknya dapat dilihat dari setiap kegiatan atau event pendidikan yang diselenggarakan oleh institusi-institusi Pemerintah, siswa-siswi SMA Bajiminasa mutlak berpartisipasi. (pkm/yais)

Mempertanyakan Proyek Bantuan Sapi Di Jeneponto

GAPURA (postkota makassar)



Dinas Peternakan Provinsi Sulsel pada tahun 2011 lalu, diketahui telah menyerahkan bantuan ternak sapi sebanyak 60 ekor kepada masyarakat  kelompok ternak di Lingkungan Se'rukan, Kelurahan Tonro Kassi, Kec.Tamalatea, Jeneponto.

Melalui koordinasi dengan  Dinas Pertanian Kab.Jeneponto, bantuan tersebut kemudian diserahkan ke Kelompok Ternak Mattiro Baji, dengan Ketua Kelompok H.S.Dg.Gassing.

Bantuan 60 ekor sapi tersebut diperuntukkan untuk 20 orang anggota kelompok, sebagaimana diusulkan oleh HS. Dg.Gassing sebagai Ketua Kelompok. Artinya, setiap 1 orang anggota akan memperoleh 3 ekor sapi.

Pada perjalanannya kemudian ditemukan kejanggalan, sebab diperoleh informasi bahwa ternyata H.S.Dg.Gassing sebagai Ketua Kelompok, hanya menyalurkan 1 ekor sapi kepada masing-masing anggota kelompok. Artinya hanya 20 ekor sapi yang disalurkan, sedangkan 40 ekor sisanya, ditengarai dikuasai secara pribadi oleh sang Ketua Kelompok.

Kejanggalan inilah yang kemudian ditemukan oleh Badan Advokasi Investigasi Hak Asazi Manusia Republik Imdonesia (BAIN-HAM-RI), kemudian melaporkannya ke Dirkrimsus Polda Sulsel pada 18 April 2018 dengan Noreg P/168/IV/2018.

Menurut Ketua DPD BAIN-HAM-RI Kab.Jeneponto Sahabuddin Rauf,SH, pihaknya sudah melakukan investigasi atas temuan tersebut, dan fakta-fakta yang ditemukan menunjukkan bahwa proyek bantuan tersebut kuat dugaan telah dimanipulasi.

Menurut Sahabuddin, Ketua Kelompok H.S.Dg.Gassing yang ditemui dikedimannya pada 2  April 2018 sekitar pkl 18.00. mengakui telah menerima dan menyalurkan bantuan tersebut kepada anggota kelompoknya. Cuma saja, H.S.Dg.Gassing tidak dapat menunjukkan bukti-bukti administrasi tentang bantuan tersebut.

Untuk memperkuat data investagasi, Sahabuddin Rauf bersama tim kemudian turun ke lapangan menemui anggota kelompok ternak yang disebut menerima bantuan tersebut.

Dari hasil pertemuan dengan beberapa anggota kelompok ternak, mereka mengaku telah menerima bantuan sapi tersebut yang disalurkan melalui H.S.Dg.Gassing, cuma saja hanya 1 ekor per orang.

Bahkan menurut mereka, sebelum pembagian batuan tersebut, H.S.Dg.Gassing sempat mengumpulkan para anggotanya untuk membuat kesepakatan, bahwa anak pertama dari sapi-sapi bantuan tersebut, harus diserahkan ke H.S.Dg.Gassing sebagai ketua kelompok dengan alasan sebagai pengganti penyediaan lahan pakan yang disiapkan oleh Dg.Gassing.

"Keterangan-keterangan yang diberikan dan disampaikan oleh Dg.Gassing, semuanya hanya lisan dan tidak dapat menunjukkan data tertulis, termasuk nama-nama anggota yang menerima bantuan", jelas Sahabauddin Rauf kepada postkotamakassar

Atas kejanggalan-kejanggalan itulah, pihak BAIN-HAM-RI kemudian memutuskan untuk melaporkan temuannya ini ke Aparat Penyidik Polda Sulsel untuk ditindak lanjuti. Kita Tunggu hasilnya.(pkn/sr/yais)

24 April 2018

Menggugat PLTU Punagaya Jeneponto

GAPURA (postkota makassar)

Dedy Meidiyanto Santoso,SH dan  Abd.Azis Krg Emba,SH.























Setelah beroprasi kurang lebih 6 tahun, PLTU Punagaya Jeneponto akhirnya akan berhadapan dengan sejumlah warga Desa Punagaya yang merasa hak kepemilikan lahannya, belum dibebaskan oleh PT.Bosowa Energy sebagai pemilik usaha.

Puluhan kepala keluarga warga Desa Punagaya, Kecamatan Bangkala, Jeneponto, akan segera mengajukan gugatan hukum baik secara perdata maupun pidana terkait Perbuatan Melawan Hukum yang dilakukan PT.Bosowa Energy yang membangun PLTU Punagaya di atas lahan yang sebagian besar belum di ganti rugi.

Adalah Lembaga Bantuan Hukum Pilar Keadilan Bangsa (LBH-PKB) yang akan mengawal perkara tersebut. Menurut Direktur LBH PKB Dedy Meidiyanto Santoso,SH, pihaknya sudah tiga kali melayangkan Surat Somasi ke pihak PT.Bosowa Energy, namun tidak juga diindahkan. Upaya mediasi yang dilakukan tak dihiraukan sama sekali. Oleh sebab itu, langkah gugatan hukum adalah pilihan terakhir.

Abd.Azis Krg Emba,SH selaku mewakili ahli waris pemilik lahan bersama dengan Tim Kuasa Hukum LBH PKB bahkan sudah mengajukan laporan ke Polda Sulsel untuk perkara Pidananya.Sementara untuk gugatan perkara Perdata akan segera di daftarkan di Pengadilan Negeri Jeneponto.

Baik Dedy Meidiyanto Santoso maupun Abd.Azis Krg Emba berharap agar perkara ini dapat segera dituntaskan, baik secara Perdata maupun Pidana. (pkm/yais)

Propaganda Kotak Kosong Mulai Merebak Di Makassar

SERASI (postkota makassar)


Pasca keluarnya Putusan MA, Senin (23/4), yang kemudian mengakhiri mimpi Moh.Ramdhan Pomanto untuk "oppo" di Pilkada Makassar pada Juni 2018 mendatang, otomatis membuat konstalasi politik di akar rumput menjadi berubah.

Jika nama Danny Pomanto yang berpasangan dengan Indira Mulyasari Paramastuty pasangan  calon nomor urut 2 dengan tagline DIAmi, awalnya dieluk-elukkan oleh para pendukung dengan target "oppoki", maka dengan keluarnya Putusan MA yang memberangus impian "oppoki", maka kini target pun berubah.

Sasarannya jelas, tidak lain adalah objek yang menggantikan kedudukan Danny-Indira di Pilkada Makassar, yakni sebuah kotak suara untuk menampung suara pemilih yang tidak setuju dengan Appi-Cicu, atau yang lebih pupoler dengan istilah Kotak Kosong.

Terhitung hanya beberapa jam sejak beredarnya Keputusan MA yang menolak gugatan Kasasi KPU Makassar, propaganda untuk memilih Kotak Kosong sebagai pengganti pasangan DIAmi di Pilkada Makassar, mulai merebak, baik melalui ponsel maupun melalui media sosial.

Simbol-simbol dukungan untuk Sang Kotak Kosong langsung menyebar hanya beberapa jam selepas keluarnya Putusan MA, seperti kaos oblong, brosur-brosur, status-status medsos dan sejenisnya.

Target para propagator ini jelas adalah untuk membuat kedudukan akhir dari Pilkada Makassar menjadi seri, sebab aturannya jelas, jika Si Kotak Kosong berhasil meraih suara 50 persen plus 1, maka Pasangan Appi-Cicu pun batal jadi Walikota.

Tentu sisa itulah satu-satunya jalan yang bisa dilakukan oleh para pendukung setia DIAmi. Kecuali untuk para pandukung jadi-jadian dan kutu loncat, tentu lain cerita dan pasti akan mati-matian merusaha mendekat ke tim Appi-Cicu.

Sesungguhnya, bagi masyarakat Kota Makassar pada umumnya, siapapun yang menjadi Walikota, sama saja. Siapapun dia, pasti akan berfikir dan berbuat untuk kemaslahatan Kota dan Masyarakatnya.

Kalaupum kemudian ada kepentingan-kepentingan secara pribadi ataupun kelompok-kelompok tertentu yang akan mengambil keuntungan, itupun biasa saja, sebab sekali lagi, siapapun jadi Walikota, kepentingan pribadi dan kelompok tidak mungkin dihilangkan. Itu sudah menjadi paradigma turun temurun mulai dari jaman majapahit.

Bahwa Appi-Cicu tidak lagi terbantahkan sebagai Calon tunggal Pilkada Makassar yang akan digelar pada Juni mendatang. Akan tetapi, pilihan dan keyakinan masyarakat untuk memberikan suara kepada Si Kotak Kosong, adalah sebuah panetrasi dan akselerasi politik formal  yang harus diterima oleh semua pihak.

Pertanyaan sekarang adalah, adakah pihak yang bersedia mengawal dan menjaga perolehan suara Si Kotak Kosong kelak.  Soalnya Si Kotak Kosong tidak punya siapa-siapa, tidak punya tim sukses untuk menjadi saksi di tps-tps, dan yang lebih fatal adalah tidak punya biaya operasional.

Jika pertanyaan diatas tidak ada yang bisa menjawab, maka perjuangan Si Kotak Kosong dapat dipastikan akan menjadi sia-sia belaka, dan kedudukannya di proses pemilihan kelak, hanya akan menjadi objek formalitas belaka, sebab jika tak ada saksi dan pengawalan serius, maka siapa yang bisa tau perolehan suara Si Kotak Kosong sesungguhnya. Tabe. (@yusuf adam ismail)

Tidak Pergiki Demo Tata

PARONDA (postkota makassar)




Tata tampak duduk santai diteras rumahnya sambil menikmati secangkir kopi.Sesekalai menghisap dalam-dalam sebatang rokok kretek yang terselip dijari-jarinya.Tak lama berselang, i Tetta sahabatnya muncul menyapa.

Tetta : Tata, sudah didengarmi kabarka.

Tata : Banyak iya kabar ini barusang ke dengar Tetta, tapi sangnging kabar pa'lingu-lingu, termasuk    kabar bilang facebook mau ditutup, sambarang tong.

Tetta : Awwa, bukan soal facebook Tata, tapi soal Pilkada Makassar, batalki bedeng calon nomor 2 maju.

Tata : Oooooh, kalau itu bukan lagi bedeng Tetta, tapi nassami, ka maunya Putusan Mahkamah Agung.

Tetta : Jadi bagaimanami tawwa nasibnya DIAMI.

Tata : Ya, terpaksa dikasi panjangki sebutannya menjadi MAUDIAPAMI.

Tetta : Sambarang tong tawwa kita Tata.

Tata : Apa padeng, na sudah begitumi jalannya ceritayya.

Tetta : Itumi, kudengar-dengar turun semuai ini pendukunga mau demo. Kita iya Tata tidak turunki.

Tata : Tetta, dengarki nah, biar lagi turunki satu benua, tidak bisaji berubah itu keputusanga. Salah sedikit jatuh jaki turun di solonganga, sampang baku dorong-dorong maki.

Tetta : Cocok tongi itu iya Tata, tapi kan mau tongki tunjukkan bahwa kita ini pendukung setiaki.

Tata : Terus apa didapat kalau sudah maki turung demo sebagai pendukung setia.

Tetta : Apa di', belum tompi ku tau itu iya Tata bilang apa mau di dapat.

Tata : Jadi lebib baik disini maki cerita-cerita, pasti dapakki kopi.

Tetta : Ba tawwa, cocoki. Tapi Tata, mengala maki' ini ceritanya.

Tata : Jadi begini Tetta, mengalah itu bukan berarti kita kalah, ka persoalan prinsipji ini.

Tetta : Dehhh, tinggimi ini kurasa ceritayya.

Tata : Kalau saya iya Tetta sederhanaji, kalau tidak bisaka menang, paling tidak ku kasi seri permainanga.

Tetta : Itu mami iya kalau tidak adami pilihan, dari pada di kalah percumaki, lebih baik cari puli. Hidup puli....

                                                                                                                                                    @yais

22 April 2018

Lembaga SLO Intek Sulsel Benahi Manajemen

SERASI (postkota makassar)

Direktur Umum PT.Intek Herwin Kunadi,SH 
(pakai batik tengah) dan Direktur Teknik Siswanto,SE,ST.(paling kanan)














PT. Intek Elektrical Indonesia yang merupakan salah satu Lembaga Inspeksi Teknik (LIT) penerbit Sertifikat Laik Operasi (SLO) kelistrikan tegangan rendah yang berkantor Pusat di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, terus melakukan pembenahan operasional Kantor Wilayah di Seluruh Indonesia, guna memaksimalkan kinerja pelayanan SLO kepada masyarakat calon pelanggan listrik PLN.

Salah satu Kantor Wilayah yang saat ini tengah intens dibenahi oleh tim manajemen dari kantor pusat, adalah Kantor wilayah Sulawesi Selatan, yang sejauh ini belum menunjukan kinerja maksimal.

Direktur Umum PT. Intek Elektrical Indonesia Herwin Kunadi, SH yang hadir di Makassar bersama Direktur Teknik Siswanto,SE,ST, dan Kabag IT Siswadi, Sabtu (21/4), menjelaskan, bahwa Provinsi Sulsel ini merupakan salah satu wilayah potensial yang harus segera melakukan pembenahan agar dapat beroperasi secara maksimal.

Menurut Herwin, saat ini sudah 18 Kantor Wilayah Provinsi di Seluruh Indonesia, telah melakukan kegiatan operasional memberi pelayanan SLO kepada masyarakat. Kantor Wilayah Sulsel sendiri sebenarnya sudah melakukan persiapan operasional sejak beberapa bulan lalu, dan itu itulah yang akan di maksimalkan, agar dapat beroperasi sebagaimana mestinya.

Oleh sebab itu, Herwin berharap agar persiapan dan komunikasi yang telah dibangun di Sulsel selama ini, dapat segera direalisasikan. Kehadirannya di Makassar bersama tim sendiri adalah dalam rangka mencari solusi bila memang ada kendala dan hambatan yang dihadapi oleh manajemen Intek Sulsel. (pkm/yais)