07 June 2018

Yayasan Masjid Istiqamah Buka Bareng Anak Yatim


































SERASA (postkota makassar)

Keluarga besar pengurus Masjid Istiqamah di Jl.Sungai Saddang IV Kel. Maradekaya Selatan, kecamatan Makassar, bersama warga Dan masyarakat setempat, melaksanakan kegiatan buka puasa bersama dengan anak-anak yatim dari 2 Panti Asuhan, yakni panti asuhan Arrahman dan panti asuhan Ummul Mukminin, Kamis (7/6).

Ketua Yayasan Masjid Istiqamah Yos Soewandi,  mengatakan, kegiatan berbagi di Bulan Ramadhan ini adalah salah satu bentuk upaya untuk mempererat tali silaturrahim di kalangan warga masyarakat.

Karena itu, dengan kegiatan buka puasa bersama ini, diharapkan agar ikatan kekeluargaan para jamaah di Masjid Istiqamah dapat terjalin lebih erat lagi.

Sementara Ketua ORW 3 Kelurahan Maradekaya Selatan H. Lukman A.R Gassing, SE, pada kesempatan tersebut mengatakan, bahwa kegiatan buka puasa bersama dengan anak-anak yatim ini merupakan rangkaian kegiatan buka puasa bersama yang rutin dilaksanakan di Masjid Istiqamah selama Ramadhan.

Kegiatan ini, katanya, dapat dilaksanakan atas kerja sama dan peran serta warga masyarakat setempat yang bahu membahu memberikan sumbangsih terkhusus oleh donatur H. M. Saleh Bin Hamzah dan ini rutin dilakukan setiap tahun untuk saling memberi bagi sesama umat manusia. (pkm/yais-ancha)




04 June 2018

Bukber Advokat Anggota Peradi Makassar



SERASI (postkota makassar)

Keluarga Besar Advokat yang terhimpun pada DPC Peradi Makassar versi Slipi, menggelar buka puasa bersama segenap anggotanya di Hotel Kolonial Makassar, Senin (5/6).

Kegiatan buka puasa bersama ini selain dihadiri sejumlah advokat senior, juga dihadiri puluhan advokat-advokat muda yang akan meneruskan regenerasi profesi advokat di Makassar.

Menurut Ketua DPC Peradi Makassar H.Jamil Misbach, SH,MH, kegiatan bukber ini selain  untuk lebih merekatkan ikatan tali silaturrahim di kalangan anggota Peradi Makassar, juga dapat dijadikan sebagai ajang konsolidasi dalam rangka penguatan organisasi kedepan. (pkm/yais)

Barang Bukti BBM Ilegal Di Bulukumba Tidak Disita, Ada Apa Nich ...



GAPURA (postkota makassar)

Kasus penganiayaan yang menimpah Sahabuddin Rauf,SH, Ketua LBH PKB Jeneponto, pada Ahad (27/5) lalu di Jl.Garuda, Caile, Bulukumba, ternyata menyimpan sebuah tanda tanya besar.

Barang bukti berupa sebuah mobil pick up DD 8223 HG yang mengangkut puluhan jerigen berisi BBM premium tanpa dilengkapi dokumen resmi, ternyata tidak disita oleh Aparat Polres Bulukumba, tetapi hanya sekedar di foto.

Sahabuddin Rauf, korban kekerasan menggunakan pedang "ninja" yang dilakukan lelaki Adli si pemilik BBM tersebut, merasa sangat keberatan dengan hal ini, sebab mobil pick up yang mengangkut jerigen berisi BBM premium itu, adalah pangkal terjadinya perkara penganiayaan yang menimpah dirinya.

"Ini aneh dan mencurigakan, bagaimana mungkin barang butki yang menjadi penyebab terjadinya sebuah tindak pidana tidak disita oleh Penyidik", tukas Sahabuddin Rauf.

Sahabuddin sendiri sempat mempertanyakan prihal tidak disitanya barang bukti tersebut, tetapi menurut Aparat Penyidik, pihak Sahabuddin harus membuat laporan ulang terkait masalah tersebut.

"Ini semakin aneh saja, masa harus membuat laporan Polisi lagi untuk menyita barang bukti, padahal barang bukti tersebut sudah satu paket dengan pokok perkara pidana yang sudah saya laporkan sebelumnya", jelasnya.

Menurut informasi yang sampai ke telinga Sahabuddin Rauf sebagai korban, barang bukti tersebut telah diserahkan ke pemiliknya dan konon sudah di sebarkan ke para pengecer jalanan.

"Jika ini benar, maka sama saja dengan  menghilangkan barang bukti, dan ini akan kami perkarakan tersendiri", tegasnya. (pkm/yais-sr)

02 June 2018

Membongkar Bisnis BBM Ilegal Di Bulukumba



GAPURA (postkota makassar)

Peredaran BBM jenis premium secara ilegal di Bulukumba yang berhasil di bongkar oleh Tim investigasi Lembaga BAIN-HAM RI Jeneponto pada, Ahat (27/5) lalu, agaknya patut untuk ditelusuri lebih jauh.

Sebagaimana di ulas dalam postingan berita sebelumnya yang berjudul "Kepergok Angkut BBM Ilegal, Pelaku Main Tebas Pake Samurai", menunjukkan jika peredaran dan bisnis BBM premium secara ilegal ini sudah berlangsung lama di kawasan Bulukumba dan sekitarnya, yang didalangi oleh kawanan Adli yang saat ini tengah meringkuk di Sel Polres Bulukumba.

Larangan tentang meredaran dan penjualan BBM premiun menggunakan botolan ataupun jerigen, sebenar sudah jelas dan hampir sudah difahami oleh sebagian besar masyarakat.

Tapi kalau kemudian ditemukan peredaran secara terangan-terangan seperti yang terungkap pada pemberitaan ini, tentu ini menjadi masalah serius yang harus disikapi secara tegas.

Seperti halnya temuan peredaran BBM premium yang di angkut menggunakan puluhan jerigen di.Bulukumba  tanpa dokumen resmi, jelas ini merupakan tindakan ilegal yang patut diusut secara tuntas.

Yang lebih parah sebab sesuai pengakuan lelaki Adli, bisnis BBM ilegalnya itu dikelola bersama kakaknya yang anggota Polisi. Ini tentu menjadi perkara tersendiri bagi oknum anggota Polisi tersebut. Sebab, Jika betul terkait langsung dengan peredaran BBM ilegal, maka sebagai anggota Polri, tentu sanksi dan hukumannya juga sudah sangat jelas.

Begitupun dengan tempat pengambilan BBM untuk mengisi jerigen-jerigen yang diangkut dengan mobil pick up tersebut, dapat dipastikan berasal dari salah satu SPBU.

SPBU yang telah mengisi jerigen-jerigen tersebut, pun harus dimintai pertanggung jawaban, karena jelas merupakan sebuah pelanggaran serius.(pkm/yais)

Kepergok Angkut BBM Ilegal, Pelaku Main Tebas Pake Samurai























Labrak (postkota makassar)

Ketua DPC LBH Pilar Keadilan Bangsa (LBH-PKB) Jeneponto, Sahabuddin Rauf, SH, menderita luka yang cukup serius di bagian kepala dan telapak tangan, setelah disabet pakai pedang samurai di Bulukumba pada Ahad (27/5) lalu.

Adalah lelaki Adli, warga Jl.Garuda Kec.Caile, Bulukumba, yang telah menyerangnya. Untung saja, sabetan pedang "ninja" itu, tidak sampai mengenai titik mematikan, sehingga Sahabuddin Rauf masih bisa selamat.

Sahabuddin Rauf yang juga Ketua Lembaga BAIN-HAM RI Jeneponto itu tidak menyangka jika akan mengalami nasib naas hari itu, soalnya, perjalanan Sahabuddin Rauf bersama tiga orang anggota Tim BAIN-HAM RI dari Jeneponto menuju Bulukumba sebenarnya dengan tujuan lain.

Cuma saja, ditengah perjalanan,  Sahabuddin Rauf dan  kawan-kawan tiba-tiba melihat sebuah mobil pick up tengah melaju dan mengangkut puluhan jerigen 20 liter yang biasa dipakai untuk mengisi dan mengangkut BBM jenis premiun ataupun solar.

Sahabuddin Rauf dan kawan-kawan yang menggunakan kendaraan pribadi itupun kemudian memutuskan untuk membuntuti mobil pick up tersebut. Tidak lama berselang, mobil pich up itupun berhenti di sebuah rumah di kawasan Jl.Garuda Kec. Caile Kab.Bulukumba.

Sahabuddin Rauf kemudian mendekati tiga orang yang   keluar dari mobil pick up tersebut, untuk menanyakan isi jerigen yang dimuat. Cuma saja ketiganya hanya diam dan tidak ada yang menjawab.  Namun salah Satu diantaranya tiba-tiba berteriak memanggil bosnya yang berada di dalam rumah.

Saat itulah muncul seorang lelaki dari dalam rumah yang tidak lain adalah lelaki Adli. Dengan wajah yang tidak bersahabat, Adli pun mendatangi dan memanggil  Sahabuddin Rauf Bersama Daniel rekannya, untuk masuk kedalan rumahnya.

Di dalam rumah, Sahabuddin Rauf bersama Daniel, kemudian mempertanyakan isi muatan jerigen di mobil pick up tersebut. Adli kemudian langsung menjawab kalau isinya adalah premium.

Sababuddin Rauf kemudian mempertanyakan surat-surat izin yang berkaitan pengangkutan dan mengedaran BBM. Adli pun dengan lugas mengakui tidak punya surat izin apa-apa.

Adli kemudian mengatakan kalau premiun yang diangkutnya itu adalah bisnis premium eceran yang dikelola bersama kakaknya yang seorang  anggota Polisi.

Sahabuddin Rauf kemudian berusaha untuk memberi pemahaman kepada Adli tentang ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan  peredaran BBM bersubsidi khususnya jenis premium.

Cuma saja, Adli tampaknya tidak mau mengerti dan bahkan berusaha menghubungi kakaknya yang anggota Polisi melalui hp, meski kemudian Panggilan telefonnya tidak tembus-tembus.

Berhubung situasi semakin tegang dimana Adli tampaknya sudah mulai naik pitam, maka Sahabuddin Rauf bersama Daniel, kemudian bergegas keluar rumah dan hendak pergi.

Persoalannya kemudian, ketika keluar dari rumah Adli, Daniel langsung memotret mobil pick up yang memuat jerigen tersebut, dan inilah yang memicu amarah Adli, lantas berteriak meminta kepada anggotanya untuk mengambil Parang.

Cuma saja tak ada anggotanya yang mendengar, maka Adli sendiri langsung masuk ke rumahnya dan sebentar saja, dia pun muncul membawa sebuah pedang samurai terhunus dan langsung hendak menyerang Daniel yang telah memotret mobil pick up tersebut.

Melihat situasi berbahaya tersebut, Sahabuddin Rauf langsung menyuruh Daniel untuk kabur dan berusaha menenangkan Adli. Cuma naas, Adli yang mulai kalap,  tiba-tiba berbalik arah menyerang Sahabuddin Rauf dan sabetan pedang "ninja" di tangan Adli pun menyambar kepala dan tangan Sahabuddin Rauf.

Setelah mendapat serangan, Sahabaddin Rauf dalam keadaan terluka langsung meninggalkan tempat bersama Daniel, lalu meminta tolong pengendara motor yang ditemui di jalan untuk membawanya Ke Polres Bulukumba untuk melapor.

Sementara mobil yang dikendarainya, bersama dua orang rekan lain yang ada di dalam mobil, ia tinggalkan. Untung saja keduanya tidak sampai dijadikan pelampiasan amarah oleh Adli, tetapi hanya diancam.

Sahabuddin Rauf sendiri dengan kepala dan tangan yang bersimbah darah, ditemani Daniel, pun melaporkan kejadian yang telah menimpahnya. Atas laporan tersebut, aparat Polres Bulukumba pun langsung berkelebat ke TKP untuk menciduk lelaki Adli.

Adli yang saat ini tengah meringkut di sel Polres Bulukumba pun di ancam dengan pasal 351 KUHPidana. Sementara kakak Adli yang anggota Polisi itu pada Selasa (29/5) mendatangi Sahabuddin Rauf di kediamannya di Jeneponto untuk meminta perdamaian.

Sayangnya, Sahabuddin Rauf kepada postkota makassar menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berdamai dan akan menyerahkan penyelesaian secara hukum. (Pkm/yais-sr)


30 May 2018

SMAN Olahraga Sulsel Bina Atlet Muda


Drs.H.Djamaluddin, M.Si


SERASI (postkota makassar)

Sekolah Menengah Atas Negeri Khusus Keberbakatan Olahraga (SMANKO) Sulsel yang beroperasi di Kawasan Pajjaiang GOR Sudiang Makassar, sejauh ini merupakan satu-satunya SMA Negeri Olahraga di Sulsel yang berfungsi mendidik siswa-siswi yang berminat di bidang Olahraga.

SMANKO Sulsel yang beroperasi sejak 2013 lalu, terus melakukan pembenahan-pembenahan sistem, dalam rangka mencapai visi dan misi yang diemban.

Menurut Kepala Sekolah SMANKO Sulsel Drs.H.Djamaluddin, M.Pd, yang ditemui Rabu (30/5) di ruang kerjanya menjelaskan, sejak beroperasi, Sekolah yang dipimpinnya itu telah meluluskan siswa sebanyak 3 angkatan dengan jumlah siswa kurang lebih 200 orang.

SMANKO Sulsel, jelasnya, H.Djamaluddin yang bertugas sebagai Kepala Sekolah sejak Maret 2018, berada di bawah naungan 2 intitusi itu, yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulsel dan Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel.

"Disdikbud membawahi masalah sistem pendidikan secara umum, sedangkan Dispora mengurusi masalah sistem pengembangan dan pembinaan bakat olahraga",  jelasnya.

Untuk pembinaan sistem pendidikan umum, dilakukan dan diselenggarakan dengan tetap mengikui metode pendidikan pada umumnya, sedang sistem pembinaan bakat olahraga, dilakukan secara khusus.

Yang jelas, menurut H.Djamaluddin, masih banyak yang merti diperbuat dan dilakukan untuk mengembangkan sekolah ini ke depan. (pkm/yais)



26 May 2018

Bahtiar Maddatuang Kembali Pimpin STIE AMKOP Makassar






SERASI (postkota makassar)

Bahtiar Maddatuang, SE, M.Si, kembali dilantik menjadi Ketua STIE AMKOP Makassar Priode 2018-2022, di Auditorium Pertemuan STIE AMKOP Makassar, Sabtu (26/5).

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan Bajiminasa Makassar Drs.H.Jamaluddin B.Ilyas, M.Si,  disaksikan para Pengurus Yayasan dan Civitas STIE AMKOP Makassar.

Pelantikan Bahtiar Maddattuang, untuk memimpin STIE AMKOP Makassar untuk priode kedua, tidak lepas dari sederet prestasi yang telah diraih oleh STIE AMKOP Makassar, pada priode pertama kepemimpinannya.

Menurut Ketua Yayasan Pendidikan Bajiminasa Makassar Drs. H.Jamaluddin B.Ilyas, M.Si dalam sambutannya, Bahtiar Maddatuang dianggap sukses dan sangat berhasil menakhodai STIE AMKOP Makassar pada priode pertamanya.

Prestasi mengangkat peringkat nasional Perguruan Tinggi Swsta STIE AMKOP dari rangking 700 menjadi rangking 338 secara nasional, merupakan acuan yang sangat pantas untuk kembali mendudukkan Bahtiar Maddatuang Sebagai Ketua STIE AMKOP Makassar untuk priode kedua.

Selain itu, Bahtiar juga dianggap sangat berhasil menata organisasi dan sistem pendidikan STIE AMKOP Makassar, yang saat ini memiliki kurang lebih 3000 orang mahasiswa.

Pelantikan Ketua STIE AMKOP Makassar ini juga dirangkaikan dengan kegiatan Buka Puasa bersama, yang dihadiri keluarga besar Yayasan Pendidikan Bajiminasa Makassar, yang saat ini mengelola 8 unit usaha Pendidikan, mulai dari tingkat SMP, SMA, SMK Dan Perguruan Tinggi.(pkm/yais)

24 May 2018

SMA Neg.3 Wajo Terapkan Ujian Berbasis Android

Hj.Rosdiana, S.pd, M.Si.

GAPURA (postkota makassar)

SMA Negeri 3 Wajo, pada 30 Mei 2018 mendatang, akan melaksanakan Ujian sementer genap berbasis komputer menggunakan Sistem Aplikasi Woka Android.

Menurut Hj. Rosdiana, S.Pd, M.Si, Kepala SMA NEGERI 3 WAJO, pelaksanaan ujian tersebut akan diikuti oleh siswa kelas 10 dan dibagi dalam 10 ruang kelas.

Hj.Rosdiana, S.Pd, M.Si yang baru menjabat sebagai Kepala Sekolah itu berharap agar hasil ujian siswa-siswi SMA Negeri 3 Wajo yang dulunya adalah SMA Negeri 2 Wajo  sebelum beralih ke Disdik Provinsi Sulsel, dapat memperoleh hasil maksimal, dengan lulus 100 persen.

Dijelaskan pula bahwa dari seluruh siswa yang akan mengikuti ujian akhir, terdapat 55 orang sudah dinyatakan bebas seleksi di beberapa Perguruan Tinggi Negeri jika akan melanjutkan pendidikan.  (pkm/ishak ismail)

20 May 2018

Kades Kebal Hukum Itupun Segera Jadi Pesakitan





LABRAK (postkota makassar)

Setelah melalui proses penyidikan panjang oleh aparat Polres Wajo, H.Sy alias H.Cd, oknum Kepala Desa Abbanderang Kec.Pitumpanua, Wajo, tersangka dugaan kasus penganiaan itupun, akhirnya segera menjadi seorang pesakitan.

Menurut informasi yang diperoleh postkotamakassar.com, proses penyidikan perkara dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Kades yang konon "kebal hukum" itu, dalam satu atau dua hari ke depan, berkasnya akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Wajo.

Suhubungan dengan hal tersebut, sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Wajo pun mewanti-wanti kemungkinan adanya upaya-upaya dari pihak tertentu, untuk "meng cut" perkara ini di Kejaksaan Negeri Wajo, dengan berbagai cara.

Terkait kekhawatiran tersebut, salah satu warga atas nama Jaya pun mengirim surat terbuka kepada sejumlah petinggi penegak hukum di negeri ini, untuk membantu memberi respon dan mengawasi perjalanan perkara tersebut.

Seperti diberitakan media ini pada 21 April 2018 lalu, bahwa pada Jum'at (19/4) malam, H.Sy alias H.Cd, oknum Kepala Desa Abbanderang Kec.Pitumpanua, Wajo, tanpa ba..bi..bu.., langsung main tempeleng dan main cekik. Korbannya adalah H.ALimuddin warga Bolabakka, Kel.Siwa, Kec.Pitumpanua.

Atas kejadian tersebut, H.Alimuddin langsung melaporkan tindakan penganiayaan tersebut ke Polsek Pitumpanua, yang kemudian pengembangan penyidikannya diambil alih oleh Aparat Penyidik Polres Wajo.

Kepada Penyidik, H.Alimuddin ketika itu menjelaskan bahwa malam itu, ia bermaksud pulang ke rumahnya dan kebetulan lewat di depan pos ronda dimana oknum Kades H.Sy tampak duduk bercengkramah dengan beberapa Kades lainnya. Tanpa diduga, oknum Kades H.Sy tersebut memanggil korban untuk singgah. 

Karena merasa dipanggil oleh pak Kades, korbanpun singgah saja, tapi naas, begitu sampai di pos ronda tersebut, korban langsung ditempeleng dan dicekik.

H.Alimuddin sendiri sebagai korban merasa tidak punya masalah apapun dengan sang Kades tersebut. OLeh sebab itu, korban sempat kebingungan ketika dia tiba-tiba dipanggil singgah dan langsung ditempeleng dan dicekik hingga babak belur.

Terkait aksi penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Kades tersebut, diperoleh informasi bahwa antara korban dan pelaku memang tidak ada masalah apa-apa. Aksi yang dilakukan oleh sang Kades tersebut, konon dilakukan untuk "pamer pamor" sebagai orang yang kebal hukum di Kab.Wajo.

Tapi benarkah oknum Kades tersebut kebal hukum ???,  ternyata tidak juga, sebab sebentar lagi dia akan duduk di kursi pesakitan sebagai tersangka di Pengadilan Negeri Wajo. Olala. (pkm/isis/yais)


Sungai Belawa Meluap Rendam Lima Kawasan Di Wajo




GAPURA (postkota makassar)

Akibat curah hujan yang cukup deras pada Sabtu (19/5), membuat ribuan warga Kec.Pitumpanua, Wajo, diterjang air  Sungai Belawa yang meluap Sabtu dinihari.

Setidaknya warga di Dua Desa yakni Desa Lompo Loang, Desa Tanrongi dan Dua Kelurahan yakni Kel. Benteng dan Bola Bakka Kel.Bulete dan sebagian di Mattugengkeng Kel.Siwa,  di Wilayah tersebut, hingga Ahad Sore (20/5) masih terisolasi oleh luapan air sungai yang terus mengalir, menyapu kawasan pemukiman warga yang memang berada di sekitar bantaran Sungai tersebut.

Sejauh ini, belum diperoleh informasi adanya korban jiwa. Namun kerugian materi di pastikan bisa mencapai ratusan juta rupiah, mengingat lahan-lahan pertanian, perkebunan dan peternakan warga, semua amblas di terjang dan di sapu luapan air sungai.

Hingga Ahad Sore, hampir seluruh warga masih memilih bertahan di rumahnya masing-masing yang mayoritas adalah rumah panggung. Ketinggian aliran air sendiri  hanya berkisar satu meter sehingga warga-warga masih merasa aman bertahan di rumahnya masing-masing.

Sejauh ini pihak Pemerintah Kabupaten Wajo belum memberi respon sedikitpun atas musibah tersebut. (pkm/ishak-yais)







12 May 2018

Yayasan Pendidikan Bajiminasa Makassar Silaturrahmi Jelang Ramadhan



SERASI (postkota makassar)

Menyambut bulan Suci Ramadhan 1439 H yang jatuh pada 17 Mei 2018 mendatang, Yayasan Pendidikan Bajiminasa Makassar, melaksanakan kegiatan Silaturrahim di RM Ratu Gurih.jln Boulevard Panakukkang Makassar, Jum,at (11/5), yang dihadiri Ketua Yayasan pendidikan Bajiminasa Makassar Drs.H.Jamaluddin B.Ilyas Msi, serta pengurus yayasan dan para Pengelola Unit usaha Pendidikan.

Kegiatan Silaturrahim tersebut, selain sebagai bentuk upaya untuk terus merekatkan ikatan persaudaraan, sekaligus membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan kinerja Yayasan yang saat ini mengelola 8 Unit usaha pendidikan, mulai dari tingkar SMP, SMA/SMK sampai Perguruan Tinggi, termasuk persiapan-persiapan operasional penerimaan siswa baru tingkat SMP,SMA/SMK serta penerimaan Mahasiswa baru di lingkup Perguruan Tinggi STIE AMKOP Makassar.

Yayasan Pendidikan Bajiminasa yang merupakan salah satu Yayasan Pendidikan tertua di Makassar dengan status Terakreditasi B ini, terus berupaya melakukan pembenahan-pembenahan dan inovasi-inovas dalam rangka menjaga dan meningkatkan kwalitas pendidikan yang dikelola mulai dari tingkat SMP, SMA/SMK sampai Perguruan Tinggi.

Kepala SMA Bajiminasa Johan Bata Ilyas,SE,MM kepada postkotamakassar.com menjelaskan bahwa kegiatan Silaturrahim ini adalah hal yang rutin dilaksanakan oleh Yayasan Bajiminasa Makassar, sebagai upaya untuk terus mencari yang terbaik untuk kepentingan pengembangan pembinaan peserta didik di bawah naungan Yayasan Pendidikan Bajiminasa.(pkm/yais)

11 May 2018

Pemkab Wajo Diminta Netral Pada Kegiatan Safari Ramadhan



GAPURA (postkota Makassar)

Sepekan menuju Bulan Suci Ramadhan 1439 H, sejumlah pihak di Kabupaten Wajo mewanti-wanti dan mengingatkan kepada semua pihak, agar kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan Bulan Suci Ramadhan, tidak dicampur adukkan dengan  kegiatan-kegiatan yang berbau kepentingan politik.

Hal ini penting untuk disampaikan dan disebar luaskan, mengingat Bulan Ramadhan Tahun 2018 ini, merupakan "bulan panas" menuju penghelatan politik Pilkada Serentak, termasuk Pilkada Wajo, yang akan digelar hanya sepekan setelah Perayaan Idul Fitrih.

Situasi inilah yang membuat banyak pihak mengingatkan agar kegiatan Safari Ramadhan yang rutin dilaksanakan setiap Bulan Ramadhan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota, termasuk Pemerintah Kabupaten Wajo, agar tidak memanfaatkan moment tersebut untuk menyelipkan kepentingan-kepentingan politik.

"Kampanye terselubung di balik kegiatan Safari Ramadhan tentu saja merupakan pelanggaran dan penistaan terhadap Kesucian Bulan Ramdahan, karena itu wajib hukumnya untuk dihindari" ujar sejumlah pihak di Kabupaten Wajo.

Pemerintah Kabupaten Wajo sendiri pada kegiatan Safari Ramadhan mendatang, tentu saja diminta untuk dapat berlaku netral dan tidak menunjukkan keberpihakan kepada salah satu pasangan calon Peserta Pilkada Wajo.

Penegasan ini disampaikan sejumlah tokoh masyarakat di Kabupaten Wajo, mengingat salah satu Pasangan Calon yang akan bertarung di Pilkada Wajo nanti adalah keluarga dekat Bupati Wajo saat ini, sehingga dikhawatirkan kegiatan Safari Ramadhan Pemkab Wajo nantinya akan sarat dengan kegiatan kampanye terselubung.

Oleh karena itu, kepada seluruh masyarakat pendukung pasangan PAMMASE, agar lebih aktif melakukan koordinasi untuk secara bersama-sama mengawasi seluruh kegiatan Safari Ramadhan, baik yang dilakukan oleh Jajaran Pemkab Wajo ataupun instansi lainnya. (pkm/ishak-yais)

08 May 2018

Waspadai Kampanye Terselubung Pilkada Wajo Di Safari Ramadhan



GAPURA (postkota makassar)

Terkait penyelenggaran Pilkada serentak 2018 yang akan dilaksanakan sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri 1439 H, sejumlah pihak mewanti-wanti kemungkinan adanya pasangan calon yang akan memanfaatkan Bulan Ramadhan untuk melakukan kampanye-kampanye terselubung, khususnya dalam ceramah-ceramah tarwih dari Masjid ke Masjid.

Kampanye terselubung yang terselip dalam ceramah-ceramah Tarwih di Bulan Ramadhan, meski hal tersebut jelas dilarang, tetapi sangat mungkin dilakukan, utamanya di Masjid kampung-kampung terpencil. Metode yang diterapkan pun berpariasi, bisa saja dilakukan oleh pertokol dalam kata pengantarnya atau melalui sang mubaliq dengan menggunakan kalimat-kalimat simbolik untuk menghindari sorotan publik.

Kabupaten Wajo, salah satu Kabupaten yang juga akan menyelenggarakan Pilkada seusai lebaran dengan dua Pasangan Calon, tentu tak luput dari perhatian publik, tentang kemungkinan-kemungkinan adanya kampanye terselebung pada kegiatan Safari Ramadhan. Kekhawatiran ini beralasan, sebab salah satu Pasangan Calon untuk Pilkada Wajo, diketahui oleh publik mendapat dukungan penuh dari Pejabat Bupati saat ini.

Kondisi ini tentu saja sangat mengkhawatirkan dan perlu di kawal secara seksama, mengingat Pejabat Bupati dengan jabatannya akan sangat memungkinkan untuk mengeluarkan "perintah khusus" kepada seluruh jajarannya sampai ke tingkat Desa, untuk menyabarkan pesan-pesan berantai di Bulan Ramadhan, jelas sejumlah pihak yang dimintai keterangan di Sengkang.

Kampanye di tempat ibadah itu jelas adalah pelanggaran serius dalam proses penyelenggaraan Pemilu/Pemilukada, baik terselubung apalagi terang-terangan. Oleh sebab itu, seluruh anggota Tim Sukses Pasangan PAMMASE untuk Pilkada Wajo, bersepakat untuk aktif mengawal dan mengawasi seluruh aktifitas yang berbau politik di sepajang bulan Ramadhan.

"Kita memang menghendaki kemenangan dan itu adalah target dan tujuan kita, tetapi janganlah kita menodai Kesucian Bulan Ramadhan dengan menyelipkan kampanye terselubung dibalik aktifitas Ibadah masyarakat", jelas H.Dedy Ketua Koordinator Kecamatan Tim Sukses PAMMASE.(pkm/Ishak-Yais)

06 May 2018

Sanggar Senam LS One Tour Malino




SERASI (postkota makassar)

Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 2018, Sanggar Senam Life Sport (LS) One melaksanakan kegiatan pekan ceria di areal Taman Wisata Kebun Pinus Malino, Ahad (6/5).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 orang anggota sanggar dari LS One yang terhimpun dalam wadah komunikasi yang mereka namakan komunitas "macan" ini, dibawah komando langsung pemilik sanggar Ny.Urhy Tadjuddin.

Di bawah hamparan pohon pinus, segenap anggota sanggar menikmati hiburan dan liburan dengan seragam kerudung macan,  sebelum memasuki Bulan Ramadhan.

Sanggar senam LS yang beroperasi di Kawasan Antang Raya ini, selain melaksanakan kegiatan rutin senam empat kali se pekan, juga cukup aktif melaksanakan kegiatan-kegiatan lapangan untuk lebih mempererat tali Silaturrahim di antara anggota sanggar.(pkm/yais)

04 May 2018

Empat Personil LBH PKB Resmi Disumpah Menjadi Advokat



SERASI (postkota makassar)

Empat orang personil Lembaga Bantuan Hukum Pilar Keadilan Bangsa (LBH-PKB), resmi menjadi Pengacara Praktek, setelah melalui proses Pelantikan dan Penyumpahan yang dilakukan di Kantor Pengadilan Tinggi Sulsel. Rabu (2//5).

Bersama 120 orang Advokat lainnya, ke empatnya melalui proses Pelantikan sebagai Advokat anggota Peradi oleh Dewab Pengurus Nasional (DPN) Peradi, dan Pengambilan Sumpah Advokat oleh Ketua Pengadilan Tinggi Sulsel.

Ke empat personil LBH-PKB yang di lantik dan disumpah tersebut adalah Yusuf Adam Ismail,SH (Ketua DPC Makassar), Arief Ashari Amir,SH. (Wakil Direktur Pusat),  Ainun Fitriani Ihsan, SH (Anggota) dan Trisna Mayasari,SH (Anggota).

Dengan resminya ke empat personil LBH-PKB tersebut menjadi Advokat,  maka "amunisi" Lembaga inipun bertambah guna menopang kekuatan untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat.(pkm/yais)

03 May 2018

Warga Tumpuk Sampah Di Depan Kantor Lurah



LIPSTIK (postkota makassar)

Warga Kelurahan Kaluku Bodoa Kec.Tallo, Makassar betul-betul habis kesabaran, melihat ulah dan tingkah petugas pengangkut sampah yang telah ditunjuk oleh Lurah setempat.

Bagaimana tidak, warga setiap bulan membayar retribusi sampah, sementara petugas sampah yang telah ditunjuk,  acuh tak acuh dalam mengangkut sampah para warga.

Buntutnya, pada Kamis (3/5), wargapun muak, lantas berbondong-bondong mendatangi Kantor Lurah, lalu menumpuk sampah-sampah mereka pas di depan Kantor Lurah tersebut.

"Ini merupakan aksi protes dari warga, yang terasa rutin membayar retribusi, tapi sampah-sampah mereka kadang-kadang sampai tumpuk tidak diangkut-angkut oleh petugas sampah Kelurahan", ujar warga setempat.(pkm/wrg/yais)

Bupati Wajo Serahkan Penghargaan Prestasi Pendidikan




GAPURA (postkota makassar)

Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2018, Bupati Wajo Drs. H.Burhanuddin Unru, MM, menyerahkan penghargaan kepada beberapa pihak yang telah meraih prestasi di bidang pendidikan di Kabupaten Wajo, Rabu (2/5).

Didampingi Ketua Penggerak PKK Kab.Wajo Hj.A.Faika Burhanuddin Unru, Bupati menyerahkan penghargaan kepada sejumlah sekolah, guru-guru hingga siswa-siswi berprestasi.

Salah satu sekolah yang meraih penghargaan prestasi adalah SMP Nurmilad Boarding School yang berhasil menjadi  juara 3 Tingkat Nasinal,  lomba Penilitian, dengab tema,  Ragam Cara Mappacci Masyarakat Desa Lempong, Kec Bola Kab Wajo, dengan tim Peniliti Antara lain Dewi Nirwana, Fitri, Andi Bau Ria Anugrah, masing-masing daro kelas  8.

Sementara Penghargaan tingkat Kabupaten Wajo  untuk Kepala Sekolah SD berprestasi, diberikan kepada Panguriseng, SP.d.,M M. Kepala Sekolag SD 12 Atakkae Kec.Tempe. (pkm/ishak)

29 April 2018

DIAmi Boleh Dicungkil Tapi Para Loyalis Tetap Real


LIPSTIK (postkota makassar)

Meski KPU Makassar telah resmi 'mencungkil' pasangan DIAmi dari penghelatan Pilkada Makassar sejak Jum'at  lalu, namum para loyalis relawan, simpatisan dan pendukung Danny & Indira, tampaknya tidak akan tinggal diam begitu saja.

Sebagai bukti bahwa para pendukung DIAmi real dan akan tetap setia, maka melalui sebuah undangan terbuka di group-group media sosial, para relawan dan pendukung setia tersebut rencananya akan melakukan aksi damai pada Senin (30/4) besok di Makassar.

Sesuai isi undangan yang beredar, sebelum melakukan konvoi aksi damai dengan mengambil star di Jl. Amirullah Makassar, kegiatan akan diawali dengan orasi politik Danny Pamanto.

Diuraikan dalam undangan tersebut, bahwa gelaran aksi damai ini merupakan lanjutan dan upaya dari para relawan dalam melakukan perjuangan dan perlawanan atas ketidak adilan yang terjadi.

Rencananya, aksi damai dan konvoi massa, akan mengambil rute Jl.Amirullah, Jl. Haji Bau, Penghibur, Jl. Balaikota, Taman Macan, Ratulangi, dan kembali ke Amirullah.

Sayangnya, ketika berita ini hendak diposting diperoleh informasi bahwa Surat undangan aksi unjuk rasa tersebut yang sebelumnya di posting oleh pemilik akun Facebook bernama Chia,  tersebut adalah kabar bohong alias hoax.

Undangan itu dibuat seolah-olah dari tim DIAmi kemudian diupload di sosmed melalui salah satu akun FB bernama Chia.  " Itu hoax dan tidak benar", jelas, Zulkifli Thahir, Sekretaris TIM DIAmi, Minggu (29/4/2018).

Menurut Zulkifli Tahir, jika betul ada aksi seperti yang beredar dalam surat undangan, maka itu bukan dari tim DIAmi, dan pihaknya tidak bertanggung jawab sama sekali.

Jadi sudahlah, liat saja senin besok. (pkm/yais)

Sanggar Senam Life Sport Gelar Lomba Masak



SERASI (postkota makassar)

Komunitas sanggar senam Life Sport (LS) bekerjasama dengan Minimarket Alfa Midi Hertasning 4 Makassar, menggelar lomba masak yang diikut oleh seluruh anggotanya, Ahad (29/4), yang dihadiri chef Yudha dari Jakarta yang sekaligus bertindak sebagai dewan juri.

Komunitas sanggar senam Life Sport (LS) yang beroperasi di kawasan Antang Raya Makassar itu, memboyong sekitar 30 orang anggotanya yang jago goyang dan jago masak untuk berlomba yang kemudian dibagi dalam dua tim yakni tim LS One dan tim LS Two.

Menurut Urhy Tajuddin sang pemilik sanggar LS,  event ini adalah salah satu program Sanggar LS untuk menambah erat hubungan keakraban seluruh anggota sanggar.

Selain itu jelas mba Urhy, sapaan akrabnya, lomba ini juga merupakan persiapan awal untuk membuka Sanggar baru LS Trie di Kawasan Hertasning dalam waktu dekat ini. (pkm/yais)

PERADI Akan Sumpah 117 Advokat Baru Di Makassar

SERASI (postkota makassar)


Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Makassar, akan melantik dan mengambil sumpah 117 orang Advokat baru, Rabu (2/5) pekan depan, di Ruang Sidang Utama Pengadilan Tinggi Sulsel.

Prosesi Penyumpahan yang akan dihadiri Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Peradi Dr.H.Fauzy Yusuf Hasibuan,SH.MH itu akan dilakukan di hadapan Ketua Pengadilan Tinggi Sulsel.

Penyumpahan ini merupakan rangkaian terakhir dari seluruh proses yang wajib dilalui oleh seorang advokat,   sebelum melakukan praktek, sebagaimana di atur dalam Undang-Undang No.18 Tahun 2003 Tentang Advokat.

Salah satu pengacara dari 117 orang yang akan diambil sumpahnya adalah Muhammad Yusuf Ismail, SH, yang juga adalah Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi media online postkota makassar.com. (pkm/yais)

Lomba Masak Komunitas Sanggar Senam Life Sport Makassar

SERASI (postkota makassar)








Minimarket Alfa Midi Hertasning 4 Makassar, menggelar lomba masak yang diikuti komunitas sanggar senam Life Sport (LS) Makassar, Ahad (29/4), yang dihadiri chef Yudha dari Jakarta yang sekaligus bertindak sebagai dewan juri.

Komunitas sanggar senam Life Sport (LS) yang beroperasi di kawasan Antang Raya Makassar itu, memboyong sekitar 20 orang anggotanya yang jago goyang dan jago masak yang kemudian dibagi dalam dua tim yakni tim LS One dan tim LS Tho.

Menurut Urhy Tajuddin sang pemilik sanggar LS,  event ini adalah salah satu program Sanggar LS untuk menambah erat hubungan keakraban seluruh anggota sanggar.

Selain itu jelas mba Urhy, sapaan akrabnya, lomba ini juga merupakan persiapan awal untuk membuka Sanggar baru LS Trie di Kawasan Hertasning dalam waktu dekat ini. (pkm/yais)


Inilah para peserta dari tim Sanggar Senam Life Sport (LS) Antang Raya Makassar.





























28 April 2018

Kemelut Pilkada Makassar

Oleh: Syamsuddin Radjab
(Dosen Hukum Tata Negara UIN Alauddin Makassar dan Direktur Eksekutif Jenggala Center)










Beberapa minggu terahkir, saya memantau media terkait perkembangan pilkada di Makassar. Dua kutub peserta pemilihan kepala daerah (Pilkada) antara kubu Appi-Ciccu dan DIAmi rupanya sedang menggelar unjuk aksi masing-masing secara bergantian menanti putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT.TUN) terkait sengketa antara kubu Appi-Ciccu selaku pemohon dengan KPU Makassar sebagai termohon.

Berdasarkan putusan PT.TUN No. 6/G/Pilkada/-2018/PT.TUN.Mks tanggal 21 Maret 2018 pada pokoknya menerima gugatan pemohon atas objek gugatan SK KPU Makasar No. 35/P.KWK/HK.03.1-Kpt/7373/KPU-Kot/II/2018 tanggal 12 Februari 2018 dan dinyatakan batal, diperintahkan tergugat agar mencabut SK tersebut dan menetapkan pasangan calon pemohon sebagai peserta pilkada.

Itu berarti pasangan calon DIAmi dinilai oleh hakim tidak memenuhi syarat pencalonan sebagai peserta pilkada yang akan dihelat pemungutan suara pada akhir Juni nanti.

Sebelumnya, sengketa antara Appi-Ciccu dengan KPU atas SK KPU terkait penetapan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar dan Berita Acara Penetapan No. 167/P./KWK/PI.03-3-BA/737/KPU-Kot/II/2018 dinyatakan sah dan mengikat oleh Panwas.

Panwaslu berpandangan bahwa laporan pemohon terkait petahana (Dani Pomato) telah melakukan penyalagunaan wewenang berupa; pengangkatan tenaga honorer, pembagian smartphone ke RT/RW dan Tagline dua kali tambah baik tidak memenuhi syarat untuk dikabulkan.

Pasca putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) No. 250 K/TUN/PILKADA/2018 pada 23 April 2018 yang diajukan oleh KPU Makassar sebagai pemohon (dulu termohon) atas putusan PT.TUN No. 6/G/Pilkada/-2018/PT.TUN.Mks telah dinyatakan ditolak dan menguatkan putusan PT. TUN Makassar.

Putusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht serta tidak dapat dilakukan upaya hukum peninjauan kembali sesuai ketentuan Pasal 154 ayat (10) UU Pilkada. KPU Kota Makassar memiliki waktu 7 hari untuk menindaklanjuti putusan kasasi MA untuk membatalkan, mencabut, dan menetapkan kembali pasangan calon Appi-Ciccu.

Jika dihitung sejak putusan kasasi MA pada 23 April 2018, maka batas waktu KPU Makassar hanya sampai pada 30 April bulan ini. Sayangnya, berdasarkan Pasal 154 ayat (12), penetapan kembali pasangan calon Appi-Ciccu tidak serta merta dapat dilakukan karena ketentuan mengatakan bahwa penetapan pasangan calon (setelah menang kasasi) boleh sampai sebelum 30 hari pelaksanaan pemungutan suara pada 27 Juni 2018.

Pertarungan Panjang

Dalam sebulan ini, pasangan DIAmi dapat melakukan tindakan hukum lainnya yang tersedia walaupun putusan kasasi pada akhirnya akan dilaksanakan oleh KPU Makassar yakni pembatalan yang bersangkutan sebagai pasangan calon peserta pilkada atau didiskualifikasi dalam bentuk keputusan baru KPU.

Berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No. 11 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penyelesaian Sengketa TUN Pemilihan dan Sengketa pelanggaran Administrasi Pemilihan pada Pasal 15 dan Pasal 16 pasangan yang dibatalkan oleh KPU dapat mengajukan permohonan ke MA karena alasan-alasan hukum seperti pelanggaran hukum administrasi oleh KPU, tidak sesuai dengan fakta-fakta atau melanggar asas-asas umum pemerintahan yang baik.

Permohonan DIAmi ke MA merupakan kasus baru untuk memfasilitasi hak-hak hukum pasangan calon atas sanksi pembatalannya sebagai peserta pilkada sebagaimana diatur dalam Pasal 135A UU Pilkada dan diajukan paling lambat 3 hari sejak ditetapkannya keputusan KPU Makassar.

Objek sengketa yang dimohonkan akan disidangkan oleh Majelis Hakim selama 14 hari sejak permohonan diterima. Apabila permohonan diterima maka pasangan calon DIAmi tetap dapat mengikuti pilkada, atau sebaliknya ditolak, maka Pilkada akan berlangsung dengan pasangan calon tunggal melawan kolom kosong.

Hal lainnya, Dalam Pasal 107 ayat (3) UU Pilkada, pasangan calon DIAmi dapat berjuang bersungguh-sungguh memenangkan kolom kosong sehingga mencapai perolehan suara sebanyak 50 persen lebih dari suara sah dalam pemungutan suara. Jika suara sah dalam pemungutan suara di Makassar, katakanlah 800.000 pemilih, maka apabila kolom kosong mencapai perolehan suara 400.001 maka menurut ketentuan UU Pilkada, pasangan calon yang dibatalkan KPU dapat ikut kembali sebagai kontestan dalam pilkada putaran kedua.

Peluang ini tentu saja terbuka lebar, tapi dalam praktiknya, tantangannya juga besar karena pemilih lebih cenderung secara psikologis memosisikan diri agar situasi kembali tenang dan normal tanpa riak-riak dengan memilih pasangan calon yang ada. Sejauh ini belum ada kolom kosong yang menang dalam kontestasi pilkada.

Kesemrautan Hukum

Dalam UU Pilkada, sengketa pilkada terjadi pada antarpeserta pasangan calon dan pasangan calon dengan penyelenggara pilkada. Dalam kasus pilkada Makassar, beberapa pandangan mengatakan bahwa sengketa pilkada yang bersifat administratif tidak dapat di adili di PTUN dan hanya dapat ditangani Panwas.

Pendapat ini tidak salah tetapi tidak lengkap dalam membangun konstruksi hukum sebagaimana diatur dalam UU Pilkada. Sesuai ketentuan Pasal 30, Pasal 32, Pasal 153 ayat (1) Jo. Pasal 154 ayat (2) telah memberikan alur penyelesaian sengketa administratif dalam dua tahap yakni:

Pertama, penyelesaian melalui Panwas yang dapat diajukan oleh peserta pilkada atas dugaan pelanggaran yang dilakukan pasangan calon lain yang dinilai merugikan pasangan calon dengan cara melaporkan ke Panwas. Panwas lalu menerima dan mengkaji laporan atau temuan serta mempertemukan para pihak untuk mencapai kesepakatan melalui musyawarah dan mufakat.

Kedua, Apabila hasil musyawarah yang dituangkan dalam putusan Panwas tidak diterima salah satu pihak, maka sesuai ketentuan Pasal 154 ayat (2) dapat diajukan gugatan sebagai sengketa tata usaha negara ke PT. TUN setelah segala upaya administratif di Panwas telah dilakukan. Pasal 153 ayat (1) memberi penegasan bahwa sengketa tata usaha negara diakibatkan karena keputusan KPU sementara sengketa di Panwas karena pelanggaran administratif pilkada, walaupun keputusan KPU didasarkan pada syarat-syarat administratif yang ditetapkan oleh UU Pilkada.

Dalam pengamatan saya, proses penyelesaian sengketa pilkada terlalu berbelit-belit, lama dan dapat merugikan pasangan calon baik secara politis maupun ekonomis. Secara politis karena pasangan calon kehilangan kesempatan berkampanye dan kegiatan politik lainnya yang dapat mengurangi perolehan dukungan suara dan secara ekonomis karena menambah beban biaya operasional, biaya berperkara dan biaya lainnya.

Yang paling aneh adalah sengketa tata usaha negara menggunakan hukum acara TUN tetapi pihak yang berkepentingan langsung seperti kubu DIAmi tidak dapat melakukan gugatan intervensi pada sidang antara Appi-Ciccu dengan KPU Makassar. Akibatnya, argumen hukum pihak DIAmi dirugikan karena tereduksi oleh KPU Makassar. Hal ini perlu dibenahi untuk memenuhi asas keadilan dan persamaan kedudukan didepan hukum.

Pertimbangan hakim baik pada sidang judex facti dan judex juris sudah tepat dengan mendalilkan bahwa petahana telah menggunakan kewenangan, program dan kegiatan yang patut dinyatakan menguntungkan pasangan calon dirinya dan merugikan kepentingan calon lain dalam waktu 6 bulan sebelum penetapan pasangan calon karena kurang menerapkan prinsip kehati-hatian dan kecermatan dalam penerapan pelaksanaan RPJMD.

Pemberian smartphoene untuk RT/RW dalam rangka kemudahan komunikasi, koordinasi dan konsolidasi seharusnya dilakukan pada awal masa jabatan agar lebih bermanfaat dan bukan akhir masa tugas sehingga patut diduga ada maksud dan kepentingan politik dibalik pemberian itu termasuk dalam pengangkatan pegawai kontrak.

Posisi Ketua RT/RW sebagai tokoh dilingkungannya akan menjadi tempat pemungutan suara dalam pilkada rentan diintervensi dan dipengaruhi oleh petahana sehingga logis secara yuridis adanya upaya penyalagunaan wewenang yang melanggar Pasal 71 ayat (3) UU Pilkada Jo. Pasal 89 ayat (2) PKPU No. 15 Tahun 2017 hingga akhirnya dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai pasangan calon dalam Pilkada kota Makassar.

Jakarta, 27 April 2018

Tulisan ini saya dedikasikan kepada warga Makassar sambil dengar lagu Anci Laricci "Kualleanna Tallanga Natoalia"...huhuiiii.

Gara-Gara Pilihan Berbeda Rumahpun Terpaksa Digotong Rame-Rame

GAPURA (postkota makassar)




Kejadian unik terkait penyelenggaraan Pilkada, pun mewarnai  proses perjalanan Pilkada Kab.Wajo. Dan agaknya kejadian ini dapat dipastikan tiada duanya di seluruh Indonesia.

Adalah keluarga Salimung, warga Desa Tosewo, Dusun Botto, Kec.Takkalala, Wajo, pada 8 April 2018 lalu, terpaksa harus menerima kenyataan pahit, hanya gara-gara dukung mendukung dalam proses Pilkada Kab.Wajo.

Ceritanya, Salimung adalah salah satu warga di desanya yang secara terang-terangan menyatakan diri sebagai pendukung setia Pasangan PAMMASE. Itu sudah mutlak, katanya.

Yang menjadi soal kemudian adalah, rumah panggung miliknya yang ditempati bersama anak-anak dan istrinya, ternyata berdiri diatas tanah milik orang lain, alias hanya numpang mendirikan rumah ceritanya.

Dan inilah yang kemudian menjadi soal,  sebab sang pemilik tanah, ternyata pendukung berat pasangan calon "sebelah". Beda dukunganlah istilahnya.

Awalnya, si pemilik tanah mencoba menggoda agar Salimung mau mengikuti pilihannya untuk mendukung pasangan "sebelah". Sayangnya, pendirian Salimung sudah teguh dan tidak akan bergeser. Katanya, sekali Pammase tetap Pammase.

Atas keteguhanya itulah yang tidak akan bergeming dan tidak akan bergeser dari Pammase, akhirnya si pemilik tanah, memaksa Salimung untuk menggeser rumahnya dari atas tanahnya.

"Sekarang angkai rumahmu, kasi pindai dari atas tanahku, siapa suruko tidak mau ikuti pilihanku", begitu kira-kira ucapan si pemilik tanah kepada Salimung.

Dengan kebesaran hati, Salimung terpaksa mengikuti keinginan si pemilik tanah. Persoalannya lagi adalah, Salimung yang penjual ikan itu tidak punya ongkos untuk memindahkan rumahnya, dan lagi pula mau dipindahkan kemana.

Untung saja, warga setempat yang ceritanya sama-sama pendukung Pammase, sepakat untuk bergotong royong "menyelamatkan" Salimung, dan rumah panggung miliknya pun di gotong ramai-ramai pindah ke lokasi yang baru milik salah satu warga yang juga pendukung Pammase.

Untung ada pammase dari sesama pendukung Pammase. (pkm/ishak-yais)