17 July 2018

Membidik Proyek Pengadaan Material Kelistrikan PLN Wilayah Sulselrabar

Tim Investigasi LBH PKB Makassar


SERASI (postkota makassar)

Sejalan dengan digerebeknya Rumah Dinas Direktur Utama PT.PLN (Persero) Sofyan Basir oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Minggu (16/7), agaknya menjadi indikasi jika memang ada  sesuatu yang "kotor" di Lingkungan Perusahaan Milik Negara tersebut,

Terkait hal tersebut, membuat kini banyak pihak yang meminta agar KPK bersama Aparat Penegak Hukum lainnya,  tidak hanya membidik Pajabat PLN ditingkat Pusat, tetapi juga Pejabat-Pejabat di daerah, khususnya Pejabat General Manager (GM) sebagai Penguasa PLN di tingkat Propinsi.

Pada tingkatan Kantor Wilayah atau Kantor Distribusi yang dipimpin oleh seorang General Manager, selama ini juga ditengarai sarat dengan modus-modus terselubung yang terkait dengan Proyek-Proyek Pekerjaan Jasa Konstruksi atau Proyek Pengadaan Barang khususnya Material Kelistrikan.

Di Kantor Wilayah PT.PLN  Sulselrabar misalnya, sejumlah pihak sejak 2 tahun terakhir, khususnya para mitra rekanan lokal, merasakan adanya modus "bisik-bisik tetangga" dibalik keterlibatan langsung sejumlah Perusahan Pabrikan, menjadi pemasok material kelistrikan.

Lembaga Bantuan Hukum Pilar Keadilan Bangsa (LBH-PKB) Kota Makassar, sejak menerima pengaduan baik lisan maupun tulisan dari sejumlah  mitra rekanan lokal, telah menurunkan Tim Investigasi, untuk mengusut dan mengumpulkan fakta-fakta terkait keluhan para mitra rekanan lokal, yang merasa telah dizholimi oleh kebijakan "aneh" PT.PLN (Persero).

Ketua DPC LBH PKB Makassar Muhammad Yusuf Ismail, SH, yang sekaligus Ketua Tim Investigasi menuturkan, sesuai fakta-fakta yang berhasil dikumpulkan menunjukkan jika kebijakan manajemen PLN memberi ruang kepada pihak pabrikan untuk sekaligus bertindak sebagai pemasok material kelistrikan, adalah sebuah tindakan penistaan terhadap rekanan-rekanan lokal yang keberadaannya jelas dilindungi Undang-Undang.

"Keberadaan pihak pabrikan yang juga bertindak sebagai pemasok, jelas merupakan upaya masif untuk memberangus secara pelan-pelab para pengusaha-pengusaha lokal. Ini adalah penjajahan melebihi penjajahan VOC dan ini tidak bisa dibiarkan", tegas Muhammad Yusuf Ismail.

Untuk kedepan, pihaknya berjanji akan segera berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum  bersama elemen-elemen masyarakat lainnya untuk bersama-sama, menelusuri dan mengembangkan persoalan ini ke arah yang lebih serius.

Dalam perkara ini, katanya,  bukan hanya sekedar memperjuangkan kepentingan perusahaan-perusahaan lokal yang dibelakangnya menggantung ratusan jiwa sebagai karyawan dan pekerja, tetapi hal yang lebih penting lagi untuk ditelusuri, sebab disana ditengarai kuat ada kolusi, korupsi dan nepotisme.

"Jika bukan karena KKN, bagaimana mungkin sebuah perusahaan yang statusnya sebagai pabrik di semua berkas administrasinya, utamanya di daftar NPWP, bisa bertindak sebagai perusahaan pemasok barang, ini ngawur namanya", jelasnya.

Saat ini, pihaknya telah mencatat beberapa nama perusahaan pabrikan yang bertindak sebagai pemasok material kelistrikan di PLN Wil.Sulselrabar, diantranya PT.SW, PT.WK, PT.BMP dan PT.TJ. Perusahaan-perusahaan ini diketahui sebagai Pemasok material Tiang Beton dan Segel Plastik.

"Ini belum termasuk pasokan Material Dasar Umum  seperti Travo, Kabel, Isolator dan sebagainya, yang dipergunakan untuk kepentingan pembangunan Jaringan Distribusi", ujar Yusuf Ismail.

Menurutnya, perusahaan-perusahaan lokal khususnya di Wilayah Sulselrabar sejauh sebenar tidak tinggal diam dan terus mempertanyakan keberadaan pihak pabrikan yang bertindak sebagai pemasok. Cuma saja, mereka tidak bisa berbuat apa-apa, sebab jawaban yang dipeoleh dari Manajemen PLN Wilayah, bahwa semua ini adalah kebijakan Kantor Pusat PT.PLN.

"Jika memang ini adalah kebijakan Kantor Pusat, maka jelas ini adalah kolusi berjamaah, yang harus diusut tuntas. Jadi dengan digerebeknya Rumdis Dirut PLN oleh KPK, semoga menjadi jalan untuk membongkar semua kebobrokan yang ada", tukasnya. (pkm/yais).

16 July 2018

Lembaga Dakwah Sunnah Bantu Korban Banjir Wajo



GAPURA (postkota makassar)

Warga Kab.Wajo yang terkena musibah banjir yang sudah berlangsung sekitar tiga pekan, kembali mendapat bantuan sosial dari Lembaga Da'wah Sunnah Kab.Sidrap, Senin (16/7).

Bantuan berupa pakaian layak pakai dan bantuan berupa dana tunai, diserahkan langsung oleh Pengurus Lembaga Ust.Fauzan khusus kepada warga  Kel.Salomenraleng yang terkena musibah.

Menurut Ust.Fauzan, bantuan yang disalurkan, hanya sekedar bukti kepedulian Lembaga Da'wah Sunnah kepada masyarakat yang terkena musibah.

Lembaga yang berpusat di Kota Parepare ini, jelasnya, selain bergerak di bidang Da'wah, juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk menyalurkan bantuan-bantuan kepada masyatakat-masyarakat yang terkena bencana, termasuk di luar Sulawesi. (pkm/ishak-yais)

Ketua Yayasan Lepas Siswa SMK Bajiminasa Makassar Praktek Kerja Industri

Ketua Yayasan Pendidikan Bajiminasa Drs.H.Jamaluddin B.Ilyas, M.Si, menyerahkan bendera pelepasan siswa


Drs.H.Jamaluddin B.Ilyas, M.S.i.














Kepala SMK Bajiminasa H.Baharuddin B.Ilyas, SE,M.Si 


SERASI (postkota makassar)

Ketua Yayasan Pendidikan Bajiminasa Makassar, Drs.H.Jamaluddin B.Ilyas, M.Si, melepas siswa-siswi SMK Bajiminasa untuk melaksanakan Praktek Kerja Industri (Prakerin) Angkatan ke 22 tahun pelajaran 2017-2018 di aula Sekolah, Selasa (10/7) lalu.

Sebanyak 55 orang siswa yang terdiri dari 3 Jurusan yakni Jurusan Akuntansi, Administasi Perkantoran dan Teknik Komputer Jaringan (TKJ), dilepas untuk mengikuti Prakerin di berbagai instansi dan perusahaan di Sulsel yang selama ini menjadi mitra Yayasan Pendidikan Bajiminasa.

Menurut Kepala SMK Bajiminasa Makassar, H.Baharuddin B.Ilyas, SE.MM, institusi-institusi yang menjadi tempat kegiatan praktek para siswa meliputi Dinas Koperadi dan UKM Kota Makassar, Bank BNI Cabang Mattoanging, Dinas Pemadam dan Penanggulangan Bencana Kota Makassar, KPPBC Type Madya Makassar, Politeknik Pariwisata Makassar, Kementerian Agama Propinsi Sulsel, Kementerian ART/BPN Propinsi Sulsel, Bank BPR Hasamitra, Bank Muamalat Makassar, Harrisma Komputer, Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku, Kantor Kelurahan Lette Makassar, PT.Askrindo Makassar, Komputer City, PT.Telekomunikasi Witel Makassar, Max Komputer, PT. Bearlin dan IFA Komputer.

Kegiatan Praktek Kerja Industri ini yang akan berlangsung selama 3 bulan, menurut H.Baharuddin B.Ilyas, merupakan kegiatan rutin dan wajib dilaksanakan tiap tahun ajaran, sebagai bagian dari proses pendidikan yang diselenggarakan oleh SMK Bajiminasa Makassar.

Karena itu ditekankan kepada para siswa-siswa yang mengikuti kegiatan tersebut, agar senantiasa tekun mengikuti seluruh proses praktek, serta mentaati seluruh aturan dan tatakrama yang berlaku ditempat prakteknya masing-masing hingga selesai.

Pada kesempatan tersebut, H.Baharuddin B.Ilyas dalam pengarahannya juga mengatakan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi telah membawa perubahan-perubahan disemua sektor kehidupan manusia.

Karena itu, setiap siswa didik wajib dibentuk, digembleng, agar siap menghadapi tantangan ke depan, dan kegiatan praktek kerja industri ini adalah salah satu jalannya, jelasnya. (pkm/yais)






SMA Bajiminasa Makassar Memulai Tahun Ajaran Baru

Johan Zaenuddin, SE.MM



SERASI (postkotamakassar)

Memasuki tahun ajaran baru 2018-2019, SMA Bajiminasa Makassar, kembali memulai aktifitas pendidikan yang dilakukan secara serentak, Senin (16/7).

SMA Bajiminasa Makassar dengan status Akreditasi B dan beroperasi di Jl.Bajiminasa Makassar, saat ini mendidik siswa kelas 2 dan kelas 3 sebanyak 120 orang, yang terbagi dalam 4 kelas.

Menurut Kepala SMA Bajiminasa Makassar Johan Zaenuddin, SE, MM, untuk tahun ajaran baru ini, pihaknya menargetkat akan menerima siswa baru sebanyak 120 orang.

"Saat ini proses penerimaan siswa baru masih terus berlangsung dan diharapkan seluruh formulir yang telah menyebar dapat segera mendaftar ulang", ucap Johan Zaenuddin.

Menurutnya, proses penerimaan siswa baru untuk tahun ajaran 2018 ini di lingkungan Sekolah-Sekolah swasta memang agak berjalan lamban, yang disebabkan lambatnya proses penerimaan siswa di Sekolah Negeri yang menggunakan sistem domisili online.

Tapi penerimaan siswa baru di SMA-SMA Negeri saat ini, katanya, sudah selesai, sehingga pihaknya optimis para calon siswa yang telah mengambil formulir akan segera mendaftar ulang.

SMA Bajiminasa yang bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Bajiminasa Makassar, sejauh ini memang menjadi salah satu Sekolah Swasta  Pilihan bagi para siswa-siswi yang berdomisili di kawasan barat Kota Makassar, yang akan melanjutkan pendidikan diluar Sekolah Negeri.

Hal ini tentu saja terkait dengan Status  Akreditasi B yang dimiliki SMA Bajiminasa tersebut, setara dengan beberapa Sekolah Negeri di Makassar.

Begitu pula dengan fasilitas yang dimiliki, cukup menunjang penyelenggaraan pendidikan, untuk mencapai hasil maksimal, seperti halnya Gedung Sekolah yang memadai, lapangan olahraga, laboratorium dan fasilitas penunjang lainnya.

Demikian pula dengan Tenaga-Tenaga Pendidik yang dimiliki, seluruhnya memenuhi standar kwalifikasi sebagai tenaga pengajar.

Belum lagi prestasi para siswa-siswinya selama ini, baik kulikuler maupun ekstra kulekuler  cukup dikenal dan diketahui banyak orang, dan itu semualah yang membuat SMA bajiminasa Makassar cukup diminati oleh masyarakat.(pkm/yais)




10 July 2018

Tim Pammase Atakkae Masih Eksis



GAPURA (postkota makassar)

Pilkada Wajo 2018 memang telah usai. Pasangan Pammase pun sudah ditetapkan oleh KPU Wajo sebagai Pemenang. Mestinya, tim-tim sukses tidak lagi beraktifitas, karena target kemenangan telah tercapai.

Cuma saja tidak demikian dengan Tim Sukses Pammase Kelurahan Atakkae Kec.Tempe, khususnya dari tim Majelis Taklim Al Muhajirin Green Hill, mereka tetap melakukan kegiatan, meski sifatnya sisa sebatas Silaturrahmi.

Seperti yang terjadi, Selasa (10/7) di rumah Ny.Hj.Dahria, BA, tim majelis taklim ini mengadakan kegiatan silatirrahim yang dihadiri langsung oleh Bupati Wajo terpilih Dr.H.Amran Mahmud, M.Si.(pkm/ishak-yais)

09 July 2018

Kemawa Dan Hipermawa Silaturahmi Bupati Dan Wakil Bupati Wajo Terplih



SERASI (postkota makassar)

Bupati dan wakil bupati terpilih kabupaten wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si dan H.Amran SE didampingi istri menghadiri halal Bi halal acara kesatuan masyarkat wajo (Kemawa) dan himpunan pelajar mahasiswa wajo (Hipermawa) di hotel Sheraton 8/07/2018.

Amran Mahmud mengatakan bahwa silaturahmi sesama masyrakat wajo itu sangat penting.

“Alhamdulillah, kita semua di pertemuan di acara kesatuan masyarakat wajo ini, ada juga anak anak kita dari hipermawa, kita semua harus sinergi untuk membangun wajo kedepan” ungkap Amran Mahmud.

Senada dengan Amran, Wakil Bupati Wajo terpilih H Amran SE Mengatakan bahwa banyak sekali warga wajo yang Ditanah rantau yang telah berhasil, kita butuh ide ide dan dukungan kita semua untuk wajo kedepan.

“Kita tahu bersama banyak sekali putra daerah kita yang telah sukses, baik di sulsel dan di luar sulsel, kita akan semua harus menjaga silaturahmi sebagai wija to wajo” ungkap Amran SE.

Turut Mendampingi H. Amran Mahmud dan H. Amran SE, Elfrianto (Pengusaha/Politisi), Muhammad Ferdhy Asdana (Politisi Muda Nasdem) dan Aziz Pangeran (Advokat). (pkm/yais)

07 July 2018

Film SERSAN KENTUT Siap Di Produksi Di Makassar





SERASI (post kota makassar)

Satu lagi film layar lebar akan seera di produksi di Makassar. Film berjudul "Sersan Kentut" yang akan di produksi oleh salah satu Rumah Produksi bersama Komunitas KapaV_pEMi (Komunitas aktor aktris & pekarya audioVisual pEmula Mandiri Indonesia), selain akan didukung oleh aktor aktris nasional, juga akan di dukung oleh pemain-pemain lokal Makassar dan Bulukumba.

Menurut Bangun Cahyono Sang Sutradara menjelaskan,  film jenis komedi romantis ini akan mengangkat cerita dengan latar belakang adat budaya Kajang di Bulukumba, yang akan di padu dengan adat Jawa.

Produksi film "Sersan Kentut" tersebut, katanya, selain mengambil lokasi shot di Kajang Bulukumba, juga akan mengambil lokasi di Makassar dan sekitarnya.

Untuk mendukung rencana produksi tersebut, sejak awal Juli lalu,  sudah dilakukan open casting guna mencari pemain-pemain lokal untuk mengisi beberapa karakter pemeran.

Pekan lalu, jelasnya sudah melakukan open casting di Bulukumba yang diikuti sekitar 30 orang dan beberapa nama sudah terjaring untuk di seleksi lebih lanjut. Di Makassar sendiri open casting baru dilakukan hari ini Sabtu (7/7).

Pelaksanaan open casting ini selama sehari di Bulukumba, katanya,  cukup menarik minat banyak orang yang berasal dari berbagai profesi. "Semoga di Makassar juga demikian, sehingga kita dapat menemukan karakter yang diharapkan", tukasnya.(pkm/yais).














Banjir Wajo Sudah Tewaskan 7 Orang


Drs.H.Alamsyah, HM,M.Si.

GAPURA (post kota makassar)

Luapan Sungai Walannae dan Danau Tempe di Kabupaten Wajo, akibat tingginya curah hujan dalam 2 pekan terakhir, telah menelan 7 orang korban jiwa.

Musibah banjir yang sudah meluas di 7 Kecamatan dan 58 Desa/Kelurahan tersebut, membuat Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) Kab.Wajo bersama dengan instansi terkait lainnya, bertindak sigap guna meminimalisir jatuh nya korban.

Menurut Pelaksana Kepala BPBD Kab.Wajo Drs.H.Alamsyah,H.M.,Msi, pihak nya telah membuka posko-posko penampungan warga yang tersebar di beberapa tempat, yang saat ini telah menampung sekitar 500 KK.

Musibah banjir ini, jelas H.Alamsyah, betul-betul telah melumpuhkan aktifitas kehidupan warga di 7 Kecamatan tersebut, sebab banjir bukan hanya merendam rumah-rumah dan pemukiman, tetapi sejumlah ruas jalan dan fasilitas umum juga sudah ikut terendam.

Hingga Jum'at (6/7), Kantor BPBD Wajo, Dinas Sosial Wajo, Aparat Kepolisian dan TNI, bersama institusi dan lembaga-lembaga swadaya lainnya, saling bahu membahu membantu para warga yang terkena musibah.

Menurut data yang dihimpun dari BPBD Kab.Wajo, hingga Jum'at (6/7), ketinggian Air di Bendungan Gerak Danau Tempe terus bergerak dan telah berada pada ketinggian lebih dari 8 Meter. Sedangkan ketinggian normalnya hanya sekitar kurang lebih 4 Meter.

Berikut wilayah-wilayah di Kabupaten Wajo yang terkena dampak banjir yakni :
1. Kecamatan Belawa dengan 6 Desa dan  3 Kelurahan :
- Desa Lautang
- Desa Sappa
- Desa Limporilau
- Desa Wele
- Desa Leppangeng
- Desa Ongkoe
- Kelurahan Malakke
- Kelurahan Belawa
- Kelurahan Macero

2. Kecamatan Tanasitolo dengan 9 Desa 3 Kelurahan :
- Kelurahan Tancung
- Kelurahan Pincengpute
- Kelurahan Baru Tancung
- Desa Lowa
- Desa Pakkanna
- Desa Nepo
- Desa Pajalele
- Desa Ujunge
- Desa Assorajang
- Desa Mappadaelo
- Desa Waetuwo
- Desa Mannagae

3. Kecamatan Tempe dengan 9 Kelurahan :
- Kelurahan Salomenraleng
- Kelurahan Laelo
- Kelurahan Watallipue
- Kelurahan Mattirotappareng
- Kelurahan Tempe
- Kelurahan Siengkang
- Kelurahan Wiringpalennae
- Kelurahan Maddukkelleng
- Kelurahan Padduppa

4. Kecamatan Sabbangparu dengan 8 Desa 1 kelurahan :
- Kelurahan Walennae
- Desa Salotengnga
- Desa Pallimae
- Desa Mallusesalo
- Desa Bentenglompoe
- Desa Ujung Pero
- Desa Woronge
- Desa Tadangpalie
- Desa Ugi

5. Kecamatan Pammana dengan 9 Desa/Kelurahan :
- Desa Lempa
- Desa Lampulung
- Desa Abbanuangenge
- Desa Pallawarukka
- Desa Lagosi
- Desa Watampanua
- Desa Tadangpalie
- Desa Tonrong Tengah
- Kelurahan Cina
6. Kecamatan Majauleng dengan 4 Desa :
- Desa Tua
- Desa Tellulimpoe
- Desa Tosora
- Desa Tajo

7. Kecamatan Bola dengan 6 Desa :
- Desa Solo
- Desa Balielo
- Desa Ujung Tanah
- Desa Lempong
- Desa Raja Mawellang
- Desa Manurung

Pemerintah Kabupaten Wajo melalui instansi-instansi terkait, jelas H.Alamsyah,  sejauh ini telah menyalurkan bantuan logistik berupa sembako, material bambu, obat-obatan dan keperluan lainnya untuk para warga.

Khusus untuk 7 warga yang tewas karena tenggelam, pihak keluarganya telah mendapat santunan Bupati Wajo Drs.H.A.Burhanuddin Unru, M.Si dan diterima langsung oleh masing-masing keluarga korban.(pkm/ishak-yais)








06 July 2018

Masjid Agung Wajo Tampung Korban Banjir



GAPURA (postkota makassar)

Intensitas curah hujan di Kabupaten Wajo beberapa pekan terakhir, terbilang cukup tinggi. Malah Kantor BMKG Wajo merilis, kondisi ini masih akan berlanjut dan sulit di prediksi kapan akan berakhir.

Akibat tingginya curah hujan tersebut, membuat sebagian wilayah Kota Sengkang hingga Jum'at (6/7) ini, masih terendam air dengan ketinggian mencapai 3 meter.

Banjir ini dipicu oleh meluapkan Sungai Walannae yang melintas pas di pinggiran Kota Sengkang, yang sudah berlangsung sekitar 2 pekan.

Akibat luapan air sungai tersebut, membuat para warga terpaksa mengunsi ke tempat-tempat yang aman, sambil menunggu dan berharap agar luapan air tersebut segera surut.

Salah satu lokasi yang menjadi tempat penampungan para warga yang mengungsi adalah Masjid Agung Sengkang. Masjid ini memang sudah rutin menjadi tempat pelarian warga setiap kali Sungai Walannae atau Danau Tempe meluap.

Menurut Ketua Panitia Pembangunan Masjid Agung Sengkang H.Karyaman, warga-warga yang bermukim tidak jauh dari Masjid, sejak dulu sudah menjadikan Masjid Agung ini sebagai tempat pelarian setiap kali terjadi banjir luapan sungai. Saat ini ada sekitar 75 KK yang mengungsi di Masjid tersebut.

Bagi Pengurus Masjid, situasi seperti ini sudah hal rutin terjadi. Jadi tidak ada masalah. "Bagi Pengurus Masjid, yang penting para warga dapat menjaga kebersihan dan kerapihan Masjid, sebab bagaimana pun ini adalah Rumah Ibadah", jelas H.Karyaman.

Lagi pula, jelasnya, warga inikan mengurus diri mereka sendiri, disamping ada bantuan dari Pemkab Wajo. "Ini juga kan sifatnya sementara saja, kalau air sudah surut, para warga akan bubar dengan sendiri dan tidak perlu diminta bubar", katanya. (pkm/ishak-yais)




Arief Ashari Amir, SH : Talenta Advokat Muda Menuju Parlemen

Arief Sehari Amir,SH bersama Kakanwil Kemkumham Sulsel


SERASI (post kota makassar)

Perjalanan pemuda asal Kab.Maros ini di dunia advokat, memang masih terbilang masih dini. Cuma saja itu tidak bisa menjadi ukuran, sebab dalam 2 tahun terakhir, sejumlah perkara besar telah ditangani, baik secara mandiri, maupun bersama tim advokat dari Lembaga Bantuan Hukum Pilar Keadilan Bangsa (LBH-PKB)

Pemuda kelahiran Makassar 17 November 1992 yang saat ini  juga sebagai Wakil Direktur LBH PKB, selain tetap fokus menangani sejumlah perkara yang tersebar di beberapa Kabupaten di Sulsel, juga tengah mempersiapkan diri untuk memasuki dunia politik, dengan ikut meramaikan bursa Calon Legislatif (Caleg) di Kab.Pinrang pada Pileg 2019 men datang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Menurutnya, pengalaman menangani dan menghadapi sejumlah perkara sejak aktif menjadi advokat, cukup menjadi modal untuk menapak didunia legislatif.

"Dunia advokat dan legislatif, dua dunia dengan karakter yang berbeda, tapi mempunyai visi yang sama yakni memperjuangkan hak-hak, hayat hidup dan kemaslahatan orang banyak, jadi tetap sejalan dan seirama", tandasnya.

Saat ini, Arief Ashari Amir bersama tim, tengah menangani perkara sengketa lahan milik Alm H.Ahmad Lamo, dan anak mantan Wakil Gubernur Fajar Daut Nompo, dengan pokok perkara dugaan pemalsuan surat-surat.

Menurutnya, perkara tersebut yang saat ini dihentikan sementana penanganannya oleh Penyidik gara-gara Pilkada, sebentar lagi akan memasuki tahap penyidikan, sekaligus  menunggu penetapan tersangka.

Penghentian sementara penanganan perkara tersebut  berdasarkan Intruksi Kapolri untuk menunda semua penanganan perkara menjelang Pilkada serentak, karena bisa menggangu jalannya pesta demokrasi tersebut.

Areif Azhari Amir berharap agar perkara-perkara yang di tangani saat ini dapat berjalan sesuai yang diharapkan, demikian pula dengan misi menuju Legislatif pada tahun 2019 mendatang. Semoga. (pkm/yais)

05 July 2018

Para Pencari Nafkah Di Bidang Kelistrikan Di Ujung Tanduk

Muhammad Yusuf Ismail, SH dan Bambang H.Munarso, SH.


SERASI (postkota makassat)

Beberapa tahun belakangan ini, para pencarian nafkah di Bidang Kelistrikan yang lebih dikenal dengan sebutan Kontraktor Listrik, ibarat pepatah, hidup enggan, matipun tak mau.

Bagaimana tidak, ruang lingkup pekerjaannya kini bagai buah simalakama, dimakan mati, tidak dimakan pun tewas. Jadi gimana dong ?

Itulah gambaran kondisi yang saat ini  menjerat jalan hidup para pencarian nafkah di bidang kelistrikan, atau tepatnya di lingkungan PT.PLN (Persero).

Adapun jenis pekerjaan yang menjadi tumpuan harapan para pencari nafkah itu sendiri,  garis besarnya dibagi dalam dua bidang, yakni Bidang Pengadaan Barang Material Kelistrikan dan Bidang Pekerjaan Jasa Konstruksi Pembangunan dan Pemeliharaan Bidang Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan Pemanfaataan Tenaga Listrik.

Perkara pertama yang kemudian memasung dan menjerat para pihak yang ingin bekerja di sektor kelistrikan ini adalah pemenuhan aturan kelengkapan admistratif  berdasarkan sejumlah Surat Keputusan Menteri ESDM, yang diterbitkan mulai tahun 2015 Hingga 2018, yang selain bertele-tele dan berbelit-belit, juga harus menelan biaya yang angkanya bisa mencapai puluhan juta rupiah, hanya untuk keperluan melengkapi persuratan.

Celakanya, kelengkapan administrasi yang sudah dibiayai hingga puluhan juta rupiah oleh para pihak atau sebutlah para Perusahaan, unjung-ujungnya justru tidak berguna dan tidak berfungsi sama sekali.

Di Bidang Pemanfataan Tenaga Listrik misalnya yang ruang lingkupnya  mengatur soal Pekerjaan Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Listrik, setiap perusahaan dipaksakan untuk memenuhi kelengkapan administrasi berdasarkan Kepmen-Kepmen ESDM dengan biaya puluhan juta rupiah, tapi nyatanya, pihak PT.PLN sendiri tidak peduli akan hal itu.

Sejauh ini, pihak PLN seolah tidak peduli, apakah instalasi yang di bangun dikerjakan oleh orang berkompoten atau tidak, PLN seakan masa bodoh dan tidak mau tau. Inikah lucu ! lalu untuk apa Kepmen-Kepmen ESDM itu diterbirkan dan diikuti ?.

Belum lagi di Bidang Pengadaan Barang Material Kelistrikan, mulai dari material Pembangkit sampai material Distribusi, dalam tiga tahun terakhir ini, sudah tidak lagi melibatkan Perusahaan-Perusahaan Lokal, tapi langsung melibatkan pihak pabrikan sebagai pemasok material, bahkan sampai meterial yang paling kecil seperti tang segel, harus pabrikan yang pasok.

Belum lagi dalam hal menentukan spesifikasi material, kelihatannya sangat sarat dengan kolusi. Tang Segel misalnya, panitia hanya mensyaratkan speck khusus yang hanya diproduksi oleh salah satu pabrikan, padahal material yang sama banyak di pasaran yang kwalitasnya bahkan bisa lebih baik, tapi tidak diterima. Ada apa ?.

"Kebijakan-kebijakan PLN ini tidak sekedar aneh dan lucu tapi ngacok, dan ini tidak bisa dibiarkan, sebab disana ada hak pengusaha kecil dan pengusaha lokal yang dijamin oleh Undang-Undang, tapi dikebiri seenak perut oleh pihak PLN. Nasib para pencarian nafkah ini betul-betul berada di ujung tanduk", tegas Muhammad Yusuf Ismail, SH, Ketua DPC LBH Pilar Keadilan Bangsa (LBH-PKB) Kota Makassar.

Menurut Muhammad Yusuf Ismail yang juga adalah Sekum DPD Askomelin Sulselbar, pihaknya bersama Tim Advokat dari LBH-PKB akan mengawal secara serius permasalahan yang saat ini menggelinding bagai bola sanju dan siap menyapu habis para Rekanan dan Perusahaan-Perusahaan Lokal di Makassar dan Sulselrabar pada khususnya dan di seluruh Indonesia pada umumnya.

"Saya merasa perjuangan selama 8 tahun terakhir mengawal teman-teman yang bekerja di Kelistrikan melalui Asosiasi Kelistrikan sudah menemui jalan buntu, maka sebagai Advokat, sekarang saya akan mengawal dari sisi yang berbeda, tunggu Saja", jelas Muhammad Yusuf Ismail, SH didampingi rekannya Bambang Hedi Munarso, SH.

Menurutnya, saat ini sangat banyak persoalan yang melilit di sektor pekerjaan kelistrikan dan ini harus diluruskan agar tidak kebablasan terus menerus.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejengkal pun pihak PLN tidak dibenarkan keluar dari Aturan Hukum yang ada. Sayangnya, manajemen PLN mulai tingkat Pusat,  Wilayah hingga Area, entah sadar atau tidak, kerap kali keluar dari Ketentuan-Ketentuan yang berlaku, terang Yusuf Ismail.

"Satu persatu persoalan yang ada akan kami kaji bersama teman-teman dari sejumlah Asosiasi Kelistrikan, dan hasilnya akan kita tindak lanjuti sesuai dengan jenis dan tingkatan persoalannya", jelasnya. (pkm/yais)

Tim LBH Pilar Keadilan Bangsa

04 July 2018

Wawancara Khusus Dengan Mr.Koko




Pentas Pilkada 2018 telah usai. Meski KPU hingga 4 Juli ini belum melakukan Pleno Penetapan Pemenang untuk Daerah yang menyelenggarakan Pilkada, namun bayang-bayang Kemenangan dan Kekalahan pasangan-pasangan yang bertarung, sudah bisa ditebak, bahkan di beberapa daerah sudah bisa dipastikan.

Kota Makassar adalah salah satu daerah di Sulsel yang turut dalam penghelatan Pilkada Serentak 2018 ini. Awalnya, Pilkada Kota Makassar akan diikuti oleh 2 pasang kontestan yang akan bertarung memperebutkan Kursi Walikota dan Wakil Walikota Makassar. Dia adalah Pasangan Munafri Arifuddin - Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) dan Moh.Ramdhan Pomanto - Indira Mulyasari (Diami).

Sayangnya, Pasangan Diami terpaksa hanya bisa jadi penonton, setelah didiskualifikasi oleh KPU Kota Makassar, gara-gata digugat habis-habisan oleh pasangan Appi-Cicu, sebagai pasangan yang melanggar aturan Pilkada.

"Target" untuk menjadi calon tunggal bagi pasangan Appi-Cicu pun tercapai. Cuma saja, aturan Pilkada mengisyaratkan jika hanya ada satu pasang calon berbentuk manusia, maka rivalnya adalah mahluk non manusia yang kemudian dikenal dengan nama Mr.Koko alias Kotak Kosong.

Yang mencengangkan kemudian adalah, hasil pemungutan suara di Pilkada Kota Makassar ini, berdasarkan hasil perhitungan real di 15 Kecamatan yang bertebaran di media-media, memastikan Mr.Koko menang telak.

Menyikapi gejala kemenangan mutlak tersebut, postkota makassar.com, melakukan wawancara imajinasi yang dalam praktek jurnalistik kontemporer di sebut "Imagine Interview" atau wawancara imajiner, dengan Mr.Koko, yang ditemui dikediamannya, di alam khayal.

Berikut petikan wawancara sederhana postkota makassar (PKM) dan Mr.Koko (KK).

PKM : Apa kabar Koko

KK : Bae', saya akan selalu bae'-bae' saja selamanya.

PKM: Bagaimana, sehat ...

KK : ooohhh iyalah, saya ini akan selalu sehat, sehat terus, tidak akan sakit bahkan tidak akan mati, karena saya ini sudah ditakdirkan untuk dipergunakan oleh ummat manusia sampai akhir jaman.

PKM : Begitukah ...

KK : Yah begitulahhh,  sebab sejak manusia pertama sampai manusia terakhir di bumi ini, saya akan terus ada bersama mereka. Saya ini diserahi banyak tugas  di kehidupan manusia, mulai tugas yang mulia sampai tugas yang paling kotorpun ku tanggung semua. Saya tidak peduli, karena saya toh tidak punya tanggung jawab apa-apa terhadap tugas-tugas saya.

PKM : Lha kenapa begitu Ko ...

KK : Iya iyalahhh, masa iya uang celengan di Masjid hilang, terus saya disuruh ganti, yah tidaklah, sebab tugas saya  kan cuma diisi masuk, dan inilah tugas saya yang paling mulia.  itu contohji bosku.

PKM : Kalau tugas yang kotor Ko ..

KK : Yah jelaslah, disuruh sembunyikan uang dan harta-harta hasil curian, hasil korupsi, hasil panipuan dan hasil perbuatan kotor manusia lainnya. Tapi saya cuek saja, sebab kalau pelaku-pelakunya di tangkap Polisi, saya sih bebas dan tenang-tenang saja. Tidak ada urusan. Iya toh.

PKM : Ba tawwa cocoki ..

KK : Cocoki iya.

PKM : Ha..ha...ha...

KK : Ha...ha...ha... juga.

PKM : Yah, tapi begini Ko, saya ini mau wawancara soal Hasil Pilkada Kota Makassar, kabarnya Koko menang mutlak.

KK : Ahhhh itu dia, saya inikah sejak jaman dahulu kalaji, selalu ada dan pasti ada di kegiatan Pemilihannnya ummat manusia.Tugasku jelas, hanya  menampung lembaran-lembaran suara, ituji. Selesai dibuangma, tapi tidak masalah, sebab saya kemudian diperebutkan oleh payabo, lalu ditimbang terus hasilnya dibelikan makanan atau manuman, tugasku selesai lagi, dan itu akan terus terulang sampai dunia kiamat.

PKM : Tapi di Pilkada Makassar, Koko ikut bertarung ...

KK : Ahhhhh itumi, sambarang tong kalian ini para manusia. Masak tosseng saya disuruh melawan manusia, na tugas saya ini jelas melayani kalian dalam hal baik ataupun buruk.

PKM : Tapi Aturan Hukum yang memaksa Koko untuk bertarung lawan manusia ...

KK : Aturan kalian ini aneh-aneh saja, seperti mami tidak ada manusia yang bisa bertarung, terus kalian paksa-paksa saya untuk ikuti permainan kalian. Ada-ada saja, herang tong saya.

PKM : Tapi kan sudah terjadi Ko ...

KK : Ya, terjadimi itu iya, mo diapakan lagi. Sekarang saya korbanmi terseret masuk ke permainan kalian. Mestinya tugas saya selesai setelah perhitungan suara, tapi nyatanya, kalian menjerumuskan saya, seolah saya yang memenangkan pertarungan ini, padahal apa, ini semua adalah kepentingan kalian, saya tidak punya kepentingan apa-apa, tapi saya terus diseret masuk. Betul-betul kotor kalian.

PKM : Jadi bagaimana kalau sudah begini Ko ...

KK : Lha, emang gue pikirin. Terserah kalian, ini urusan kalian, masa saya diminta berfikir, yang benar saja, memangnya saya ini punya otak, sambarang tong.

PKM : Ah, masa Koko tidak peduli sama sekali dengan orang- orang yang sudah memilih Koko...

KK : Owwwwww tidaklah, apa urusan saya, saya tidak pernah minta kalian pilih saya, saya ini tidak pernah kampanye, tidak pernah bagi-bagi sembako, apalagi bikin serangan fajar.  Yang ada, saya ini hanya bikin serangan jantung. Jadi saya ini sebenarnya justru keberatan, karena banyak dari kalian melempar propaganda, bahkan kampanye atas nama saya, seolah saya ini peserta pilkada, padahal kalian tidak pernah minta izin kepada saya. Bagaimana ini bos.

PKM : Jadi, apakah Koko akan melapor ke pihak berwajib atas pencatutan nama Koko ...

KK : Alamak, you juga punya pertanyataan tolo-tolo, bagaimana bisa saya lapor Polisi.  Ah sudahlah, kalian ini orang-orang aneh, siapa suruh pilih saya, nah saya tidak perlu dipilih, karena biar terpilihka, tidak di lantikja juga. Jadi bo halapang ji.

PKM : Tapi Koko tau nda, kalau Koko ini dijadikan simbol perlawanan terhadap kesholiman ...

KK : Ahhh itukan menurut kalian yang mau berlindung di belakangku. Tapi lawan kalian akan menganggap saya bikin petaka, bikin bencana dan bikin cilaka. Inikan konyol namanya bos.

PKM : Tapi tidak ada lagi pilihan Ko, Koko harus terima kenyataan ...

KK : Inimi namanya enak di lho, kagak enak di gue. Dasar manusia. Tapi sudahlah, bagaimanapun ini sudah terjadi.

PKM : Kalau begitu, selamat atas terpilihnya Koko Jadi Walikota ...

KK : Kwkwkwkwkwwkkwkwk .......

(@yusufadamismail)

02 July 2018

Presiden Jokowi Tinjau Proyek Pengairan Di Wajo

Ir.Darwin Jabir, M.Si.


GAPURA (postkota makassar)

Presiden Joko Widodo akan mengunjungi sejumlah Proyek Pengairan di Kab.Wajo, Senin (2/7). Kunjungan Presiden ke Ka.Wajo, merupakan rangkaian kunjungan kerja presiden Ke beberapa Kabupaten Di Sulsel, yang merupakan salah satu bagian dari Proyek Sejuta Kantong Air Nasional.

Adapun  target kunjungan ke Kab.Wajo adalah Bendungan Pasellorang yang terletak di Kec.Gilireng. Rencananya, Presiden akan menginap sehari di Wajo dan baru akan berkunjung ke Bendungan Pasellorang pada, Selasa (3/6).

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Mineral Kab.Wajo, Ir.Darwin Jabir, M.Si, Proyek Bendungan Paselorang tersebut, membentang di areal 6 Desa dan 2 Kelurahan di Wilayah Kec.Gilireng, Wajo.

Saat ini bobot fisij proyek tersebut telah mencapai 85 persen, dan akan selesai Desember 2018 ini, jelasnya. (pkm/ishak-yais)

01 July 2018

LBH PKB Akan Seret PLN Sulselrabar Ke Pengadilan



SERASI (postkota makassar)

Lembaga Bantuan Hukun Pilar Keadilan Bangsa (LBH PKB) Kota Makassar, segera menyeret Manajemen PT.PLN (Persero) Wilayah Sulselrabar ke Meja Hijau, terkait perkara Wanprestasi.

Menurut Ketua DPC LBH PKB Kota Makassar, Muhammad Yusuf Ismail, SH. yang sekaligus sebagai Ketua Tim Advokasi menuturkan, pihaknya telah memegang 5 Surat Kuasa dari Perusahaan Mitra Rekanan PLN Sulselrabar, yang telah dirugikan, baik secara material maupun secara psikologis.

Adapun yang menjadi pangkal perkara  adalah, sejak  tahun 2015 lalu, PT.PLN Sulselrabar, telah menerapkan Sistem KHS atau Kesepakatan Harga Satuan, dalam proses pelaksanaan pekerjaan jasa konstruksi pembangunan dan pemeliharaan distribusi kelistrikan oleh perusahaan mitra rekanan.

Mekanisme KHS itu sendiri di awali dengan mendaftar dan pemasukan harga penawaran oleh perusahaan  mitra rekanan pada awal tahun.

Setelah itu dibuatlah kesepakatan  antara PLN dan rekanan, harga mana yang akan dijadikan patokan bersama, oleh seluruh rekanan yang mendaftarkan diri untuk bekerja.

Langkah berikutnya yakni perusahaan-perusahan yang sudah mendaftar dan dinyatakan memenuhi syarat administrasi bidang kelistrikan, selanjutnya menunggu Surat Perintah Kerja (SPK) untuk mengerjakan suatu pekerjaan secara berurut sesuai nomor urut pendaftaran. Jika perusahaan yang ditunjuk tidak bersedia, maka SPK diserahkan ke nomor urut berikutnya dan seterusnya.

Meski aturan hukum formal tentang mekanisme KHS itu sendiri tidak jelas, namun para rekanan di Sulsel, Sultra dan Sulbar, tetap saja ikut, demi kelangsungan hidup dan agar dapur tetap bisa berasap.

Pada pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan pada tahun 2016, hampir tidak ada masalah berarti, semua berjalan sewajarnya. Seluruh rekanan yang mendapat SPK bekerja sewajarnya, lalu mengajukan penagihan ke masing-masing Unit PLN Area yang menerbitkan SPK.

Proses penagihan itu sendiri, meski kadang tersendat-sendat  gara-gara kebijakan manajemen PLN Area yang berpariasi dan  membuat para rekanan kerap terpaksa harus menunggu berbulan-bulan, tapi secara keseluruhan, pada akhir tahun 2016, seluruh pekerjaan yang dilakukan oleh para rekanan, dapat dibayarkan oleh PLN melalui PLN Kantor Wilayah Di Jl.Hertasning Makassar.

Memasuki tahun 2017,  para perusahan rekanan dan PLN Di Wilayah Sulselrabar, kembali melakukan mekanisme pekerjaan yang sama yakni melalui mekanisme KHS.

Seperti proses tahun 2016 sebelumnya, para rekanan kembali bekerja pada tahun 2017  secara berurutan, lalu mengajukan penagihan bagi yang telah menyelesaikan pekerjaan.

Sayangnya, sejumlah pekerjaan yang dilakukan oleh rekanan perusahaan yang bekerja pada tahun 2017 lalu itu,  proses penagihan pembayarannya, masih banyak yang mentok dan tersendat hingga akhir Juni 2018 ini, belum juga dibayarkan oleh pihak PLN Sulselrabar.

Kondisi ini yang membuat sejumlah perusahaan rekanan PLN Sulselrabar, saat ini betul-betul babak belur dan terancam tidak bisa lagi bekerja, dikarenakan modal perusahaan yang telah diinvestasikan pada pekerjaan tahun 2017 lalu, masih banyak yang belum juga di bayarkan oleh PLN, sementara hasil pekerjaan sudah dipergunakan dan dimanfaatkan oleh PLN.

Belum lagi pekerjaan yang di kerjakan pada awal  tahun 2018 ini yang kembali menggunakan sistem KHS. Jangankan menagih hasil pekerjaan untuk tahun 2018 ini, hasil pekerjaan tahun 2017 lalu saja, masih banyak yang belum di bayar oleh PLN.

Menurut informasi yang dikumpulkan, nilai tagihan seluruh rekanan yang telah bekerja dan masih tersendat sejak tahun 2017 lalu hingga pekerjaan tahun 2018 ini, angkanya mencapai sekitar Rp.200 milyar lebih.

"Katanya PLN itu perusahaan kelas dunia, tapi tagihan para rekanan yang telah menjalankan kewajibannya, bahkan tersendat sampai satu tahun tidak dibayarkan, ini lucu, dan inilah yang akan kami bawa ke Pengadilan", tegas Muhammad Yusuf Ismail, SH.

Muhammad Yusuf Ismail memastikan, akan menggugat manajemen PT.PLN Wilayah Sulselrabar dan akan membawa perkara ini ke Pengadilan, dengan pokok perkara Wanprestasi.  Bahkan bisa masuk ke rana Perbuatan Melawan Hukum (PMH).

Faktanya jelas, pada perkara Wanprestasi, pihak PLN telah lalai memenuhi kewajibannya untuk membayar hasil pekerjaan para rekanan, dan dari sisi PMH, kelalaian PLN memenuhi kewajibannya, telah menimbulkan kerugian yang luar biasa bagi para rekanan, baik secara material maupun non terial.

Akibat kelalaian pihak PLN ini, membuat para rekanan yang akan bekerja untuk tahun 2018 ini, mengalami kesulitan yang luar biasa, gara-gara modal usaha yang sudah diinvestasikan pada pekerjaan tahun 2017 lalu, pembayarannya masih terkatung-katung di PLN.

"Jika pembayaran tagihan para rekanan ini masih dibiarkan molor hingga Juli apalagi hingga Agustus 2018, maka para perusahan-perusahaan rekanan ini dipastikan akan koleps dan terkapar", jelas Muhammaf Yusuf Ismail.

Karenanya, sebelum hal itu terjadi, pihaknya akan segera membawa persoalan ini ke Pengadilan dan akan meminta kepada Majelis Hakim untuk memaksa pihak PLN untuk memenuhi kewajiban pokoknya sesuai nilai kontrak kerja, serta seluruh kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian tersebut.(pkm/yais)

Pemuda Pancasila Jawa Timur Kawal Suara Khofifah



SERASI (postkota makassar)

Sejumlah lembaga survei telah mengumumkan proses hitung cepat atau quick count pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Timur yang dilaksanakan Rabu (27/6/2018). Hasil quick count menunjukkan, Calon Gubernur Khofifah Indar Parawansa unggul.

Untuk memastikan kemenangan tersebut, Pemuda Pancasila Jawa Timur bakal melakukan pengawalan penghitungan suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU) atau yang biasa disebut real count.

“Kami sebagai salah satu kelompok yang mendukung Bu Khofifah, tentu bersyukur dengan kemenangan versi quick count tersebut. Perjuangan kita belum berakhir. Ada tugas penting untuk mengawal suara ini dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi,” ujar Wakil Ketua MPW Pemuda Pancasila (PP) Jatim, Muhammad Rizal, di Surabaya, Kamis (28/6/2018).

PP, sambung Rizal, telah membentuk tim yang dikomandani oleh Sekretaris PP Jatim, M Diah Agus Muslim, untuk mengawal perolehan suara tersebut. Pembentukan tim telah dikonsultasikan dan direstui Ketua Umum PP Jatim, La Nyalla Mahmud Mattalitti.

“Tim PP ini melibatkan seluruh struktur PP sampai tingkat desa dan kecamatan. Mereka yang bergerak untuk mengawal suara rakyat ini, mencocokkan dengan data C-1 yang dimiliki tim. Kita kawal terus sampai nanti KPUD Jatim menyelesaikan penghitungan dan mengumumkan hasilnya,” papar Rizal.

Rizal menambahkan, tim PP telah bekerja sejak pemungutan suara dilaksanakan kemarin. Bahkan, para kader PP juga ikut menjaga TPS di sejumlah daerah.

“Alhamdulillah, kita juga bersyukur pelaksanaan Pilgub Jatim dan semua pilkada di kabupaten/kota di Jatim berlangsung aman dan lancar. Semoga semua yang mendapatkan kepercayaan rakyat berhasil menjawabnya dengan kerja-kerja pro-rakyat dan tidak melakukan perilaku koruptif,” pungkas Rizal.(pkm/yais-nl)

30 June 2018

Tim 27 Bale-Bale Sambut Kemenangan Pammase

H.Made Ali bersama Ishak Ismail (postkotamakassar)


GAPURA (postkota makassar)

Kemenangan yang diraih oleh pasangan Pammase di Pilkada Wajo 2018, yang mengantarkan Dr.H.Amran Mahmud dan H.Amran, SE sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih, meski masih sebatas perhitungan quick count, namun tak pelak tetap disambut meriah dan suka cita oleh seluruh tim sukses dan para pendukung panatik.

Salah satu tim sukses yang turut merasakan kegembiraan tersebut adalah Tim 27 Bale-Bale Comunity yang dikomandoi oleh H.Made Ali, salah satu tokoh pemuda dari Akkajeng Kec.Sajoanging. Wajo.

Menurut H.Made Ali, keberhasilan Pammase memenangkan Pilkada Wajo 2018 ini adalah keberhasilan seluruh masyarakat Wajo yang ingin melakukan perubahan.

H.Made Ali sendiri, dari awal sangat yakin jika Pammase akan memenangkan Pilkada ini, sebab terlepas dari perjuangan seluruh tim yang tanpa pamrih dan tak kenal lelah, secara pribadi H.Made Ali percaya pada tanda-tanda yang dimilikinya yakni hari kelahiran dan nomor polisi mobilnya, sana dengan hari dan tanggal pencoblosan, Rabu tanggal 27.

"Tapi bagaimanapun, ini adalah keberhasilan kita semua, karena itu harus kita jaga, kita kawal, agar apa yang dicita-cita oleh kita semua untuk mengangkat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat segera diwujudkan", tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, H.Made Ali mengucapkan selamat kepada Pasangan Pammase, dan terima kasih kepada seluruh anggota Tim 27 Bale-bale Comunity yang selama ini dianggap sebagai tim kacangan, tapi faktanya juga dapat bekerja  keras dan sepenuh hati untuk mengawal Pammase untuk mencapai kemenangan. (pkm/ishak-yais)




Kepmawa Jogyakarta Bantu Warga Wajo Korban Banjir



GAPURA (postkota makassar)

Kerukunan Pelajar Mahasiswa Wajo (Kepmawa) Jogyakarta, turun membantu warga yang terkena banjir luapan Sungai Walannae-Danau Tempe, Sabtu (30/6).

Bupati dan Wakil Bupati Wajo terplih Dr.H.Amran Mahmud dan H.Amran, SE, turut hadir dalam pemberian bantuan sembako yang di motori oleh Ketua Tim Pammase Kec.Pitumpanua Kevin Elprianto AR yang juga adalah Pendiri, Penasehat dan alumni pertama Kepmawa Jogyakarta.

Menurut Ketua Kepmawa Jogyakarta Anugerah Machmud, kehadiran sejumlah pengurus dan anggota Kepmawa di Wajo, selain  liburan juga untuk memperingati Milad Kepmawa ke 18 yang jatuh Pada Ahad, 1 Juli 2018 besok.

Kehadiran Kepmawa untuk turun memberi bantuan kepada warga korban banjir ini, jelas Anugerah Machmud, atas inisiatif segenap anggota yang mendapat dukungan penuh dari Pendiri dan Penasehat Kepmawa Kevin Elprianto AR.

Saat ini, Kepmawa Jogyakarta beranggotakan sekitar seratusan orang lebih, semuanya asli putra Wajo yang sedang study di Jogyakarta. (pkm/ishak-yais)